Pembelajaran Efektif

Pembelajaran dapat dikatakan efektif (effective / berhasil guna) jika mencapai sasaran atau minimal mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan. Di samping itu, yang juga penting adalah banyaknya pengalaman dan hal baru yang didapat siswa. Guru pun diharapkan memeroleh pengalaman baru sebagai hasil interaksi dua arah dengan siswanya.

Untuk mengetahui keefektifan sebuah proses pembelajaran, maka pada setiap akhir pembelajaran perlu dilakukan evaluasi. Evaluasi yang dimaksud di sini bukan sekedar tes untuk siswa, tetapi semacam refleksi, perenungan yang dilakukan oleh guru dan siswa, serta didukung oleh data catatan guru.

Alhasil, di satu sisi guru menjadi pengajar yang efektif, karena:
a. Menguasai materi yang diajarkan;
b. Mengajar dan mengarahkan dengan memberi contoh;
c. Menghargai siswa dan memotivasi siswa;
d. Memahami tujuan pembelajaran;
e. Mengajarkan keterampilan pemecahan masalah;
f. Menggunakan metode yang bervariasi;
g. Mengembangkan pengetahuan pribadi dengan banyak membaca;
h. Mengajarkan cara mempelajari sesuatu;
i. Melaksanakan penilian yang tepat dan benar.

Di sisi lain, siswa menjadi pembelajar yang efektif dalam arti:
a. Menguasai pengetahuan dan keterampilan atau kompetensi yang diperlukan,
b. Mendapat pengalaman baru yang berharga.

--------------------------------------
Muhibbin Syah dan Rahayu Kariadinata, Bahan Pelatian PAIKEM, memeo ( Bandung : UIN Sunan Gunung Djati Pres, 2009 )
Blog, Updated at: 9:20:00 PM

0 komentar:

Post a Comment

Pustaka Aslikan | Learning and Knowledge Sharing |. Powered by Blogger.