Headlines News :

Ilmu Yang Disampaikan dan Yang Dirahasiakan

Khazanah ilmu yang disimpan oleh seseorang, dan apa apa yang diomongkannya ; menjadikan orang terbagi dalam 3 kategori;

Pertama, yang diomongkan lebih banyak dari apa yang diketahuinya. Tahu sedikit, tapi bisa bicara banyak tentang hal tersebut. Mungkin dengan cara diolah, diberi tambahan sana sini, sehingga mengesankan kepada orang lain seakan dirinya menguasai dan tahu banyak tentang suatu hal. Padahal mungkin tidak demikian. Ia cuma tahu sebagian kecil. Ini masuk dalam kategori "Si Pendusta".

Kedua, yang diomongkan yaa yang diketahuinya. Semua yang dimongkan sama dengan kadar ilmu yang dikuasainya. Ibarat, yang diketahui 10, yaa yang diomong juga 10. Tidak ada lebih atau kurang. Ini kategori "Si Bodoh".

Ketiga, yang diungkapkan jauh lebih sedikit dibanding dengan ilmu yang disimpannya. Orang begini tahu dan bisa memilah mana yang bermanfaat dan mana yang sia-sia, dan ia memilih hanya bicara yang bermanfaat saja. Orang begini tahu kapan saat tepat suatu ilmu itu diungkapkan, kepada siapa yang pas, serta bagaimana cara hingga jadi baiknya semua.Dirinya menyimpan rapat-rapat akan ilmu yang menurutnya memang harus disimpan. Dan yang disimpannya itu jauh lebih banyak. Jauh lebih banyak ketimbang yang diomong. Simpanan atau rahasia itu datangnya bisa dari Gurunya, para Wali, atau langsung dari Allah SWT. Inilah kategori "Si Alim" atau Ulama. Itulah sebabnya, jika seorang Ulama dipanggil menghadap ke Haribaan Ilahi Robbi, maka saat itu pula berkuranglah ilmu di dunia ini. Yang berkurang bukanlah yang Beliau
tulis di kitab-kitabnya.Bukan pula yang sudah didawuhkannya. Yang berkurang ialah segenap ilmu yang disimpan dalam rahasia bathinnya. Maha suci Allah - Dzat yang memberikan keistimewaan-keistimewaan kepada para hamba yang dicintai-Nya.

(Dikutip dan dituangkan secara bebas dari Dawuh Romo YAI ASRORI AL ISHAQI RA)

Robbi Fanfa'naa BiHhii Wa Bi BarkatiHhiiWa Bi 'UluumiHhii Fid-Daaroiin. Aamiiin.Al-Faatihah .... !!

sumber; status fb imam subakti pada 5 maret 2014.

5 Dampak Buruk dari Kenyang

Dari Yahya bin Mu'adz Ar-Raazi, semoga Allah memberi rahmat kepadanya:

ﻣﻦ ﻛﺜﺮﺷﺒﻌﻪ ﻛﺜﺮﻟﺤﻤﻪ , ﻭﻣﻦ ﻛﺜﺮﻟﺤﻤﻪ ﻛﺜﺮﺷﻬﻮﺗﻪ ﻭﻣﻦ ﻛﺜﺮﺕ ﺷﻬﻮﺗﻪ ﻛﺜﺮﺕ ﺫﻧﻮﺑﻪ , ﻭﻣﻦ ﻛﺜﺮﺕ ﺫﻧﻮﺑﻪ ﻗﺴﺎ ﻗﻠﺒﻪ ﻭﻣﻦ ﻗﺴﺎ ﻗﻠﺒﻪ ﻏﺮﻕ ﻓﻰ ﺍﻓﺎﺕ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ وزينتها

"Barang siapa yang banyak kenyangnya, maka banyak dagingnya; barang siapa yang banyak dagingnya, maka besar syahwatnya; barang siapa yang besar syahwatnya, maka banyak dosanya; barang siapa yang banyak dosanya, maka keras hatinya; dan barang siapa yang keras hatinya, maka dia tenggelam dalam bahaya-bahaya dunia dan hiasannya."

Barang siapa yang banyak kenyangnya, maka banyak dagingnya. Berbeda dengan orang yang banyak makan sebab ketajaman dzikir. Hal ini tidak akan membahayakan karena sebagian dari para wali, thoriqotnya adalah banyak makan, karena cepat tercernanya makanan dengan panasnya bekas dzikir. Sesungguhnya bekas dzikir itu laksana api, berbeda dengan bekas sholawat kepada Nabi, yaitu sejuk.

Siapa saja yang banyak dagingnya, maka besar syahwatnya. Sedang perkara yang dapat memadamkan syahwat adalah lapar. Orang yang banyak syahwatnya, maka banyak dosanya, karena syahwat dapat menghalanginya dari Allah SWT. Orang yang banyak dosanya, pasti keras hatinya, sehingga tidak dapat menerima nasihat-nasihat. Barang siapa yang keras hatinya, maka dia tenggelam ke dalam bahaya dunia dan hiasannya.


sumber; kitab Nashoihul 'Ibad

Siapakah Orang Mulia dan Orang yang Bijaksana?

Bismillahirrahmaanirrahiim....

Segala puji bagi Allah, Tuhan yang telah menihtahkan ilmu sebagai sifat tertinggi diantara sifat-sifat yang sempurna. Aku bersaksi, sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya, yang mengkhususkan hamba-hamba yang dikehendaki-Nya dengan berbagai kelebihan hikmah. Aku bersaksi, sesungguhnya Muhammad itu hamba dan Rosul-Nya yang diistimewakan dengan segala kesempurnaan sebagai hamba. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada junjungan kita, Muhammad SAW., keluarga, dan para sahabatnya serta orang-orang yang berbuat pada lintasan jalannya sehingga merekapun memperoleh kebaikan yang sempurna.

Orang mulia belum tentu orang yang kaya raya, orang yang tinggi pangkatnya, dan bukan pula orang yang kesana kemari selalu ada pengawalnya.

Orang bijaksana belum tentu orang yang ahli ceramah menghadiri pengajian kesana kemari, orang yang selalu duduk di mimbar masjid memberi khutbah setiap hari jum'at, dan bukan pula orang yang duduk di meja hijau yang menghakimi seseorang dan yang memutuskan hukuman. Tapi siapakah orang mulia dan orang yang bijaksana itu?

Dari Yahya bin Mu'adz r.a. ;

ﻣﺎﻋﺼﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻛﺮﻳﻤ, ﻭﻠﺎﺍﺛﺮﺍﻟﺪﻧﻴﺎﻋﻠﻰ الاخرةحكيم

"Orang mulia tidak berani berbuat maksiat pada Allah dan orang yang bijaksana tidak akan mementingkan dunia atas akhirat."

Orang yang mulia adalah orang yang baik perbuataanya, yang memuliakan dirinya dengan cara mempertebal ketaqwaan dan kewaspadaan dalam menghadapi maksiat.

Sedangkan orang bijaksana adalah orang yang tidak mendahulukan, mengutamakan dunia dan yang menahan nafsunya dari perbuatan yang menyeleweng dari petunjuk akalnya yang sehat.

Dari uraian singkat diatas, semoga dapat dijadikan pengingat bagi kita semua, agar kita tidak selalu membangga-banggakan kedudukan kita, dan agar kita tidak pernah merasa sempurna karena kesempurnaan hanyalah milik Allah semata. Aamiin....

5 Nasihat dari Kitab Taurat

Dari Al-Hasan Al-Bashri (semoga Allah memberi rahmat kepadanya), dia berkata;

ﻣﻜﺘﻮﺏ ﻓﻲ ﺍﻟﺘﻮﺭﺍﺓﺧﻤﺴﺔ ﺍﺣﺮﻓ, ﺍﻥ ﺍﻠﻐﻨﻴﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﻨﺎﻋﺔ ﻭﺍﻥ ﺍﻟﺴﻠﺎﻣﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﺰﻟﺔ, ﻭﺍﻥ ﺍﻟﺤﺮﻣﺔ ﻓﻲ ﺭﻓﺾ ﺍﻟﺸﻬﻮﺍﺗ, ﻭﺍﻥ ﺍﻟﺘﻤﺘﻊ ﻓﻲ ﺍﻳﺎﻡ ﻃﻮﻳﻠﺔ, ﻭﺍﻥ ﺍﻟﺼﺒﺮ ﻓﻲ ﺍﻳﺎﻡ قليلة

"Ditulis dalam kitab Taurat lima huruf, yaitu sesungguhnya kecukupan berada dalam qona'ah, sesunguhnya keselamatan berada dalam 'uzlah, sesungguhnya kehormatan berada dalam meninggalkan syahwat, sesungguhnya kenikmatan berada dalam hari-hari yang panjang, dan sesungguhnya kesabaran berada dalam hari-hari yang sedikit."

Qona'ah, ialah puasa dengan bagian dari Allah, dan tetap seperti itu jika tidak mendapat sesuatu yang diharapkan. Uzlah, ialah sengaja mengasingkan diri dari pergaulan manusia. Sedangkan sabar disini, ialah ketabahan dalam menanggung beban selagi menunaikan perintah agama, dirundung musibah dan beban selagi menghindari larangan agama.


Sumber; kitab Nashoihul 'Ibad

Mengapa Rasulullah SAW Melarang Umatnya Kencing Sambil Berdiri?

Kencing atau bahasa halusnya buang air seni ini sudah bukan suatu hal yang asing lagi bagi umat manusia. Setiap manusia melakukan aktivitas ini untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme tubuh (mengeluarkan kotoran tubuh). Dalam melakukan aktivitas inipun kita dituntut melakukannya dengan benar dan sesuai aturan.

Hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ”anha, di mana beliau berkata,“Siapa yang bilang bahwa Rasulullah SAW kencing sambil berdiri, jangan dibenarkan. Beliau tidak pernah kencing sambil berdiri.”

Dari Aisyah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW tidak pernah kencing sambil berdiri semenjak diturunkan kepadanya Al-Quran.

Secara medis kencing berdiri adalah penyebab utama penyakit kencing batu pada semua penderita penyakit tersebut dan merupakan salah satu penyebab penyakit lemah syahwat bagi sebagian pria.

Secara agama, kebanyakan orang yang biasanya kencing berdiri kemudian mereka akan mendirikan shalat, ketika akan ruku’ atau sujud maka terasa ada sesuatu yang keluar dari kemaluannya, itulah sisa air kencing yang tidak habis terpencar ketika kencing sambil berdiri, apabila hal ini terjadi maka shalat yang dikerjakannya tidak sah karena air kencing adalah najis dan salah satu syarat sahnya shalat adalah suci dari hadats kecil maupun hadats besar.

Umumnya kita memandang ringan terhadap cara dan tempat buang air, mungkin karena pertimbangan waktu atau situasi dan kondisi yang mengharuskan (terpaksa) untuk kencing berdiri tanpa menyangka keburukannya dari sisi sunnah dan kesehatan. Orang dulu mempunyai budaya melarang anak kencing berdiri sehingga kita sering mendengar pepatah “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”, karena memang terdapat efek negatif dari kencing berdiri.

Kebiasaan orang kencing berdiri akan mudah lemah bathin, karena sisa-sisa air dalam pundit-pundi yang tidak habis terpancar menjadikan kelenjar otot-otot dan urat halus sekitar zakar menjadi lembek dan kendur. Berbeda dengan buang air jongkok, dalam keadaan bertinggung tulang paha di kiri dan kanan merenggangkan himpitan buah zakar. Ini memudahkan air kencing mudah mengalir habis dan memudahkan untuk menekan pangkal buah zakar sambil berdehem-dehem. Dengan cara ini, air kencing akan keluar hingga habis, malahan dengan cara ini kekuatan sekitar otot zakar terpelihara.

Ketika buang air kencing berdiri ada rasa tidak puas, karena masih ada sisa air dalam kantong dan telur zakar di bawah batang zakar. Ia berkemungkinan besar menyebabkan kencing batu. Kenyataan membuktikan bahwa batu karang yang berada dalam ginjal atau kantong seni dan telur zakar adalah disebabkan oleh sisa-sisa air kencing yang tak habis terpencar. Endapan demi endapan akhirnya mengkristal/mengeras seperti batu karang.

Jika anda biasa meneliti sisa air kencing yang tak dibersihkan dalam kamar mandi, anda bayangkan betapa keras kerak-keraknya. Bagaimana jika itu ada di kantong kemaluan Anda?? Hal ini juga merupakan salah satu yang menyebabkan penyakit lemah syahwat pada pria selain dari penyebab kencing batu.

Sesungguhnya banyak siksa kubur dikarenakan kencing maka bersihkanlah dirimu dari (percikan dan bekas) kencing. (HR. Al Bazzaar dan Ath-Thahawi)

Hadis riwayat Ibnu Abbas ra., ia berkata: Rasulullah saw. pernah melewati dua buah kuburan, lalu beliau bersabda: Ingat, sesungguhnya dua mayit ini sedang disiksa, namun bukan karena dosa besar. Yang satu disiksa karena ia dahulu suka mengadu domba, sedang yang lainnya disiksa karena tidak membersihkan dirinya dari air kencingnya. Kemudian beliau meminta pelepah daun kurma dan dipotongnya menjadi dua. Setelah itu beliau menancapkan salah satunya pada sebuah kuburan dan yang satunya lagi pada kuburan yang lain seraya bersabda: Semoga pelepah itu dapat meringankan siksanya, selama belum kering. (Shahih Muslim No.439)

Demikian hikmahnya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam melarang kencing berdiri. Dan bagi muslim yang shalat, kadang setelah keluar dari WC dan mau shalat, ketika ruku’ dalam shalat kita merasa ada sesuatu yang keluar dari kemaluan, itu adalah sisa air kencing yang tidak habis terpencar akibat dari kencing berdiri yang tidak tuntas keluar, hal ini menyebabkan shalat tidak sah karena salah satu sarat sahnya shalat adalah bersih dan suci dari najis baik hadats kecil maupun hadats besar, dan air kencing merupakan najis.

Sehingga Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam sering mengingatkan dalam sabdanya: “Hati-hatilah dalam masalah kencing karena kebanyakan siksa kubur dikarenakan tidak berhati-hati dalam kencing”.

Maka ada baiknya kita belajar adab-adab dan sunnah-sunnah di kamar mandi (WC) berikut agar kita banyak mendapatkan manfaat baik di dunia (kesehatan) maupun di akhirat (agama) yang telah diajarkan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalam.

Adab buang air kecil:

1. Buang air jongkok (tidak berdiri jika tidak terpaksa/darurat). Agar kotoran bisa keluar tuntas sehingga tidak menjadi penyebab kencing batu maupun lemah syahwat.

2. Menggunakan alas kaki. Menurut penelitian di Amerika di dalam kamar mandi/WC ada sejenis virus dengan type Americanus yang masuk lewat telapak kaki orang yang ada di WC tersebut. Dengan proses waktu yang panjang virus tersebut naik ke atas tubuh dan ke kepala merusak jaringan otak yang menyebabkna otak lemah tak mampu lagi mengingat, blank semua memori otak sehingga pikun. Sandal hendaknya diletakkan di luar WC, jangan di dalam WC, karena semakin kotor, lembab dan tak mengenai sasaran kebesihan.

3. Masuk kamar mandi/WC dengan kaki kiri dan keluar dengan kaki kanan. Inilah sunnah yang diperintahkan oleh Nabi, dan juga disunnahkan untuk membaca doa sebelum masuk kamar mandi (doa dibaca di luar kamar mandi) dan setelah keluar dari kamar mandi. Berbeda jika kita masuk masjid dan rumah, masuk masjid atau rumah dengan kaki kanan dan keluar dengan kaki kiri.
4. Beristinja’ dengan air dan dengan tangan kiri.

5. Beristinja’ (bersuci dan membersihkan kotoran) dengan air, bukan dengan tissue atau lainnya kecuali jika tidak ditemukan air ketika dihutan, padang pasir dsb. Boleh gunakan tissue tapi harus dibilas lagi dengan air setelahnya. Syarat kebersihan dan kesucian dari najis menurut syariat adalah hilang warna, hilang bau, dan hilang rasa dari najis tersebut. Beristinja’ juga disunnahkan dengan tangan kiri, inilah pembagian tugas dari tangan, bagaimana tangan kiri untuk urusan ‘belakang’ sedangkan untuk makan & minum disunnahkan dengan tangan kanan, jangan dicampuradukkaan, tangan yang untuk urusan belakang itu juga untuk makan. Dan Nabi melarang makan & minum dengan tangan kiri.

6. Jangan merancang/merencanakan sesuatu di WC. Nabi sangat melarang merencanakan atau membuat suatu rencana/ide/inspirasi di dalam WC, karena WC adalah markaznya syetan sebagaimana doa kita ketika hendak masuk WC: “Allahumma inni a’udzubika minal khubutsi wal khabaits”, Yaa Allah, aku berlindung kepada-Mu dari godaan syetan laki-laki maupun perempuan”. Karena dikhawatirkan rencana/ide/inspirasi yang didapat berasal dari bisikan syetan yang kelihatannya baik tapi setelah dijalankan ternyata banyak mudharat/keburukannya. Begitu juga setelah keluar WC, baca istighfar dan doa keluar WC. Secara adab dan budaya pun sangat tidak baik, masa sambil buang kotoran mencari ide/inspirasi atau merencanakan sesuatu yang baik apalagi sesuatu itu menyangkut hajat hidup orang banyak. Disunnahkan juga untuk menyegerakan keluar WC apabila hajat sudah selesai, bukan malah bernyanyi-nyanyi apalagi sambil baca buku atau Koran.
7. Ketika buang air dilarang menghadap atau membelakangi qiblat, apabila lubang WC menghadap qiblat hendaknnya ketika buang air badan agak diserongkan sedikit

Apabila sunnah diamalkan walaupun dalam kamar mandi maka kita ini juga namanya ibadah. Betapa sayangnya setiap hari kita ke kamar mandi beberapa kali tapi tidak mendapatkan pahala ibadah dengan menghidupkan sunnah. Padahal salah satu maksud dan tujuan manusia diciptakan adalah untuk ibadah.


sumber: http://khalidabdullah.com/inilah-sebabnya-nabi-melarang-umatnya-kencing-berdiri

Hikmah Posisi Tidur Sesuai Anjuran Rasulullah SAW

Posisi tidur terbaik menurut riset ilmiah adalah dengan bertumpu pada sisi kanan tubuh (menghadap ke kanan). Fakta yang telah diuji melalui riset medis modern ini bersesuaian dengan anjuran Rasulullah SAW dalam sunnah, jauh sebelum era riset dan teknologi seperti sekarang.

Rasulullah Muhammad SAW menganjurkan kepada para pengikut beliau untuk tidur berbaring pada sisi badan bagian kanan. Dalam sunnah, posisi tidur diusahakan agar kepala menghadap ke utara dan kaki mengarah ke selatan, sehingga tubuh tidak menolak arus/medan magnet konstan mengaliri sekujur tubuh dari kutub magnetik utara menuju ke selatan dan berpengaruh baik terhadap sistem syaraf kita.

Hendaknya mendahulukan posisi tidur di atas sisi sebelah kanan (rusuk kanan sebagai tumpuan) dan berbantal dengan tangan kanan, tidak mengapa apabila setelahnya berubah posisinya di atas sisi kiri (rusuk kiri sebagai tumpuan).

Salah satu adab tidur adalah di anjurkan untuk miring ke kanan, dan di balik sunnah Nabi ini ternyata banyak sekali hikmah dan manfaat yang bisa kita ambil dari sisi kesehatan.

Hal ini berdasarkan Hadits dari Barra bin ‘Azib ra : Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Jika kalian hendak tidur di pembaringan, berwudhulah seperti wudhu untuk shalat. Kemudian berbaringlah kamu dengan berbaring di lambung kananmu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadits ini mengajarkan kepada umat Islam agar berbaring dilambung kanan. Pada saat itu tak ada yang mengetahui apa alasan dibalik sunah tersebut, tetapi kini melalui penelitian yang panjang para ilmuwan berhasil mengungkapkan rahasia di balik anjuran tersebut.

Salah satu dari adab tidur adalah dianjurkan untuk miring ke kanan, dan di balik sunnah Nabi ini ternyata banyak sekali hikmah dan manfaat yang bisa kita ambil dari sisi kesehatan. Berikut ini akan dijelaskan rahasia dari posisi tidur anjuran Rasulullah menurut Penjelasan Medis.

1. Mengistirahatkan otak sebelah kiri

Secara anatomis, otak manusia terbagi menjadi dua bagian kanan dan kiri. Bagian kanan adalah otak yang mempersarafi organ tubuh sebelah kiri dan sebaliknya. Umumnya kita menggunakan organ tubuh bagian kanan sebagai anggota tubuh yang dominan dalam beraktifitas seperti makan, memegang dan lainnya.Dengan tidur pada posisi sebelah kanan, maka otak bagian kiri yang mempersarafi segala aktifitas organ tubuh bagian kanan akan terhindar dari bahaya yang timbul akibat sirkulasi yang melambat saat tidur/diam. Bahaya tersebut meliputi pengendapan bekuan darah, lemak, asam sisa oksidasi, dan peningkatan kecepatan atherosclerosis atau penyempitan pembuluh darah. Sehingga jika seseorang beresiko terkena stroke, maka yang berisiko adalah otak bagian kanan, dengan akibat kelumpuhan pada sebelah kiri (bagian yang tidak dominan).

2. Mengurangi beban jantung

Posisi tidur kesebelah kanan yang rata, memungkinkan cairan tubuh (darah) terdistribusi merata dan terkonsentrasi di sebelah kanan (bawah). Hal ini akan menyebabkan beban aliran darah yang masuk dan keluar jantung lebih rendah. Dampak posisi ini adalah denyut jantung menjadi lebih lambat, tekanan darah juga akan menurun. Kondisi ini akan membantu kualitas tidur. Tidur miring ke kanan membuat jantung tidak tertimpa organ lainnya. Hal ini disebabkan karena posisi jantung yang lebih condong berada di sebelah kiri. Tidur bertumpu pada sisi kiri menyebabkan curah jantung yang berlebihan, karena darah yang masuk ke atrium juga banyak yang disebabkan karena paru-paru kanan berada di atas. Sedangkan paru-paru kanan mendapatkan pasokan darah yang lebih banyak dari paru-paru kiri.

3. Mengistirahatkan lambung

Lambung manusia berbentuk seperti tabung berbentuk koma dengan ujung katup keluaran menuju usus menghadap kearah kanan bawah. Jika seorang tidur kesebelah kiri maka proses pengeluaran chime ( makanan yang telah dicerna oleh lambung dan bercampur asam lambung ) akan sedikit terganggu, hal ini akan memperlambat proses pengosongan lambung. Hambatan ini pada akhirnya akan meningkatkan akumulasi asam yang akan menyebabkan erosi dinding lambung. Posisi ini juga akan menyebabkan cairan usus yang bersifat basa bias masuk balik menuju lambung dengan akibat erosi dinding lambung dekat pylorus.

4. Meningkatkan pengosongan kandung empedu dan pankreas

Adanya aliran chime yang lancar akan menyebabkan keluaran cairan empedu juga meningkat, hal ini akan mencegah pembentukan batu kandung empedu. Keluaran getah pancreas juga akan meningkat dengan posisi miring ke kanan.

5. Meningkatkan waktu penyerapan zat gizi

Saat tidur pergerakan usus menigkat. Dengan posisi sebelah kanan, maka perjalanan makan yang telah tercerna dan siap di serap akan menjadi lebih lama, hal ini disebabkan posisi usus halus hingga usus besar ada dibawah. Waktu yang lamam selamat tidur memungkinkan penyerapan bias optimal.

6. Merangsang buang air besar (BAB)

Dengan mtidur miring ke sebelah kanan , proses pengisian usus besar sigmoid (sebelum anus) akan lebih cepat penuh, jika sudah penuh akan merangsang gerak usus besar diikuti relaksasi dari otot anus sehingga mudah buang air Besar.

7. Mengisitirahatkan kaki kiri

Pada orang dengan pergerakan kanan, secara ergonomis guna menyeimbangkan posisi saat beraktifitas cenderung menggunakan kaki kiri sebagai pusat pembebanan. Sehingga kaki kiri biasanya cenderung lebih merasa pegal dari kanan, apalgi kaki posisi paling bawah dimana aliran darah balik cenderung lebih lambat. Jika tidur miring kanan , maka pengosongan vena kaki kiri akan lebih cepat sehingga rasa pegal lebih cepat hilang.


sumber;
http://www.jurnalhajiumroh.com/

3 Hal Penyebab Celaka

Dari Ibrahim An-Nakha’I ra. :

ﺍِﻧَّﻤَﺎ ﻫَﻠَﻚَ ﻣَﻦْ ﻫَﻠَﻚَ ﻗَﺒْﻠَﻜُﻢْﺑِﺜَﻼَﺙِ ﺧِﺼَﺎﻝٍ : ﺑِﻔُﻀُﻮْﻝِﺍْﻟﻜَﻼَﻡِ ، ﻭَﻓُﻀُﻮْﻝِ ﺍﻟﻄَّﻌَﺎﻡِ ،ﻭَﻓُﻀُﻮْﻝِ ﺍْﻟﻤَﻨَﺎﻡِ .

“sesungguhnya orang-orang sebelum kamu itu celaka hanya lantaran tiga perkara, yaitu kelewat banyak bicara, kelewat banyak makan dan kelewat banyak tidur.”

Syarah :

Bicara dianggap kelewat batas, jika membicarakan sesuatu yang tidak menyangkut kebaikan agama maupn dunia. Berlebihan dalam makan, yaitu memakan makanan yang tidak mengakibatkan beribadah kepada Allah. Berlebihan dalam tidur, yaitu setelah tidur tidak dipergunakan untuk beribadah.

(Nashoihul ‘Ibad)

6 Tipu Daya yang Paling Berbahaya

Menurut Yahya bin Mu'adz, ada 6 hal yang termasuk tipuan paling berbahaya.

1. Mengharapkan ampunan dari Allah tapi terus menerus melakukan dosa tanpa penyesalan.
2. Merasa dekat dengan Allah tapi tidak melakukan ketaatan.
3. Mengharap kesenangan surga dengan menyebarkan benih neraka.
4. Mencari istana orang orang yang taat tetapi selalu berbuat maksiat.

yakni ingin masuk surga tanpa berusaha menelusuri jalan ke arah sana, bahkan berani melakukan perbuatan yang bertentangan dengan perintah Allah. Dalam hal ini tidak mungkin ia mampu mendapatinya, sebab imbalan yang diperoleh seseorang adalah sesuai dengan amal perbuatannya.

Allah berfirman: "sungguh kamu akan dibalas sesuai dengan apa yang kamu perbuat." (Q.S. Ath-Tuur).

5. Menanti pahala tetapi tidak mau
beramal sholeh.
6. Mendambakan kasih sayang Allah
tetapi selalu melanggar ketentuan-
Nya.

Ia mengharapkan rahmat Allah, padahal perbuatrannya melampaui batas dengan melanggar ketentuan2-Nya, ia tidak mungkin berhasil mendapatkannya, sebagaimana sindiran seorang penyair yang didendangkan dalam Bahar Basith:

"Dia mengharap keselamatan,
namun dia tidak menempuh jalan keselamatan,
Sungguh, perahu pun tidak bisa berlayar di atas daratan."

Waspada Dari Hal-hal Yang Tidak Bermanfaat

Seorang muslim yang benar Islamnya, selalu berusaha hanya melakukan yang bermanfaat dan mengarah kepada Ridho-Nya, dan berhati-hati supaya tidak terjerumus ke dalam urusan yang tidak bermanfaat. Dia tidak suka mencampuri urusan orang lain yang bersifat khusus, apalagi yang hanya akan mengganggu pikirannya, seperti isu, fitnah dan sebagainya. Menjauhi hal-hal demikian merupakan tanda kekokohan seseorang dalam berpegang teguh dengan akhlak Islam yang indah. Islam memberinya motivasi untuk meninggalkan aktifitas yang hampa kosong tanpa makna, tanpa tujuan.

Rasulullah bersabda:
"Sesungguhnya setengah dari kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan (kegiatan) yang tak memberi manfaat baginya." (HR Malik, Ahmad dan Tabrani).

Dari Abu Hurairah, bersabda Nabi SAW:
"Sesungguhnya Allah ridha kepada kalian atas tiga perkara dan benci kepada kalian atas tiga perkara yang lain : Allah ridha jika kalian beribadah kepada-Nya (secara ikhlas), tidak menyekutukan-Nya dengan apapun, dan berpegang teguh dengan tali Allah dan (berketetapan) untuk tidak bercerai berai. Sedangkan Allah benci jika kalian menyukai desas-desus, terlalu banyak bertanya (tentang perkara yang semestinya tidak ditanyakan), dan menghambur-hamburkan uang." (HR Muslim).

Di dalam masyarakat rabbaniyang tegak atas islam, tidak pantas terdapat pribadi yang suka menyebarkan desas-desus, banyak membantah dan bertanya tentang hal-hal yang tidak bermanfaat. Tidak ada yang sempat mencampuri urusan-urusan orang lain, karena semua pribadi sibuk, terpusat pikirannya pada pekerjaan-pekerjaan besar dan terarah, Berjuan, mengerahkan segenap perhatian, tenaga dan pikirannya untuk menegakkan kalimat Allah yang luhur supaya tegak di muka bumi, meninggikan bendera Islam di atas persada bumi ini, serta menyebarkan nilai-nilai suci di tengah-tengah umat manusia.

ALASAN ISLAM MELARANG PRIA MEMAKAI EMAS

Tentu kalian pernah mendengar kalau umat islam melarang kaum pria memakai emas.mungkin diantara kalian bertanya-tanya kenapa islam melarang ya, padahal kan bukan barang haram. Kalo haram tentu wanita juga dilarang memakai emas. Ternyata bukan karena takut kaum wanita tersaingi tapi karena ada alasan lain yang baru bisa dibuktikan pada abad ke 20. Berikut hadis nya.

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang kaum laki-laki memakai cincin emas [Al-Bukhari dan Muslim]

masing-masing dari Al-Bara' bin Azib Radhiyallahu 'anhu, bahwa ketika Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam melihat seorang laki-laki memakai cincin emas di tangannya, maka beliau memintanya supaya mencopot cincinnya, kemudian melemparkannya ke tanah. Hadits ini diriwayatkan oleh imam al bukhori dan imam muslim.

Ternyata diabad ke 20 Para ahli fisika telah menyelidiki hal ini dan kemudian menyimpulkan bahwa atom pada emas mampu menembus ke dalam kulit dan masuk ke dalam darah manusia, dan jika kita (pria) mengenakan emas dalam jumlah tertentu dan dalam jangka waktu yang lama, maka dampak yang ditimbulkan yaitu di dalam darah dan urine akan mengandung atom emas dalam kadar yang melebihi batas (dikenal dengan sebutan migrasi emas). Dan apabila ini terjadi dalam jangka waktu yang lama, maka akan mengakibatkan penyakit Alzheimer.

Sebab jika tidak di buang maka dalam jangka waktu yang lama atom emas dalam darah ini akan sampai ke otak dan memicu penyakit alzheimer.

Alzheimer adalah suatu penyakit dimana orang tersebut kehilangan semua kemampuan mental dan fisik serta menyebabkan kembali seperti anak kecil. Alzheimer bukan penuaan normal, tetapi merupakan penuaan paksaan atau terpaksa. Salah seorang yang terkena penyakit alzheimer adalah charles bronson, ralph waldo emerson dan sugar ray robinson.

Dan mengapa Islam membolehkan wanita untuk mengenakan emas ?

"Wanita tidak menderita masalah ini karena setiap bulan, partikel berbahaya tersebut keluar dari tubuh wanita melalui menstruasi." itulah sebabnya Islam mengharamkan pria memakai emas dan membolehkan wanita memakai perhiasan emas.

Itulah alasan agama islam melarang pria memakai emas,ternyata hal ini telah diketahui rasulullah muhammad shallallahu alaihi wasallam 1400 tahun yang lalu. Padahal beliau tidak pernah belajar ilmu fisika dan tidak paham tentang fisika. Allahu akbar.

Subhanallah

Semoga lewat Tulisan ini kita khususnya sebagai seorang muslim dapat mengambil hikmah dari larangan ini dan diteguhkan Iman kita agar tetap taat menjalan Perintah dan menjauhi larangan dari Allah swt. yang telah disampaikan melalui Al-Qur'an Dan Al-hadist. Aamiin..


sumber; status fb ustadz yusuf mansyur

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=555476664508038&id=157485294307179&refid=17&ref=stream

Wujudkan Keluarga Bahagia Dunia Akhirat

Wujudkan Keluarga Bahagia Dunia
Akhirat

Keluarga, bagian terkecil dari
masyarakat, tetapi sangat
mempengaruhi kualitas masyarakat.
Pemerintah sejak tahun 1994,
tepatnya tanggal 29 Juni,
memperingati hari keluarga secara
nasional. Tujuannya mengajak
seluruh keluarga Indonesia agar
melakukan introspeksi dan berbenah
diri untuk meningkatkan kualitasnya,
sehingga tercipta keluarga bahagia
dan sejahtera.

Bagaimana pandangan Islam dalam
membentuk keluarga bahagia?

Tujuan Keluarga

Pembinaan keluarga dimulai dari
tujuan pernikahan, yaitu ketenangan
dan kebahagiaan. “Dan di antara
tanda-tanda kebesaran-Nya ialah ia
menciptakan pasangan-pasangan
untukmu dari jenismu sendiri, agar
kamu cenderung dan merasa
tenteram kepadanya, dan Dia
menjadikan di antaramu rasa kasih
(mawaddah) dan sayang (rahmah).
Sungguh pada yang demikian itu
benar-benar terdapat tanda-tanda
(kebesaran Allah) bagi kamu yang
berfikir.” (QS Ar Rum: 30: 21).

Dengan mawaddah, yaitu kasih
sayang untuk memenuhi syahwat,
suami isteri akan melahirkan dan
mengembangkan keturunan
manusia.Selanjutnya timbul rahmah,
yaitu rasa kasih sayang murni yang
tumbuh dari jiwa yang paling dalam.
Sehingga suami isteri merasakan
kebahagiaan yang tidak bertepi dan
ketenangan yang tidak berbatas, dan
mereka ingin mengisi hari-hari
dengan beribadah dan mendekatkan
diri kepada Allah.

Suami isteri gemar bermusyawarah
karena saling menghormati,
memahami keperluan dan kehendak
masing-masing, dan mencari solusi
tanpa mengorbankan salah satunya.
Amanah pernikahan adalah
membentuk pribadi yang baik agar
dapat membina keluarga yang baik.
Amanah ini akan mendidik suami
isteri lebih bertakwa.

Doa pernikahan: barakallahulaka
(semoga diberi keberkahan Allah
dalam kondisi bahagia), wa
baroka’alaika (semoga diberi
keberkahan Allah dalam kondisi
susah, misalnya ketika sakit diliputi
keberkahan Allah berupa kesabaran
dan kesembuhan), wajama’a
bainakuma fii khoir (semoga Allah
mempersatukan dalam kebaikan).

Kunci Keluarga Bahagia

Suami isteri harus memberikan
perhatian yang tinggi terhadap
keluarga, agar mampu
menghantarkan kesuksesan dunia
akhirat kepada semua anggota
keluarganya. Keluarga muslim
berorientasi ukhrawi, karena
memiliki target meraih surga dan
ridho Allah meskipun dalam
musibah. Sehingga makna bahagia
bagi keluarga muslim adalah
manakala mereka sedang
beraktivitas bersama dalam rangkan
menggapai ridho Allah Swt.

Kebahagiaan keluarga tidak diukur
dari segi material, tapi sejauh mana
ketaatan keluarga kepada Allah.
Kehidupan yang mementingkan
materi, hiburan dan kebebasan
sosial tanpa terikat rambu-rambu
syariah dalam berumah tangga justru
akan menimbulkan masalah dalam
rumah tangga. Walau bukan berarti
keluarga muslim tak perlu memiliki
sarana-sarana fisik yang baik.
Diriwayatkan bahwa Nabi Saw.
bersabda: “Termasuk di antara
kebahagiaan seseorang adalah
memiliki rumah yang baik,
kendaraan yang baik, dan istri yang
baik atau shalehah”.

Setiap anggota keluarga mengetahui
cinta sejati. Cinta tertinggi setiap
mukmin adalah kepada Allah, Rasul
dan jihad di jalan-Nya. Setelah itu,
baru cinta kepada orang tua, suami,
istri, anak, saudara seiman dan lain-
lain. Firman Allah, “Katakanlah, jika
bapak-bapak, anak-anak, saudara-
saudara, istri-istri, kaum kerabat,
harta benda yang kalian miliki, dan
perniagaan yang kalian khawatiri
kerugiannya, itu lebih kalian cintai
dari pada Allah, Rasul dan berjihad
di jalan-Nya, maka tunggulah hingga
Allah mendatangkan keputusan-Nya.
Dan Allah tidak memberi petunjuk
kepada orang-orang yang
zalim” (Qs. At-Taubah 24).

Keshalihan dan kedekatan
seseorang kepada Allah SWT akan
mempengaruhi besarnya cinta suami
istri. Jika Allah telah mencintai kita,
maka kita akan dicintai segenap
makhluk dengan ijin-Nya. Kadar
cinta suami istri tergantung dengan
kualitas ibadah dan keimanan
pasangannya. Cinta yang tidak
dibangun di atas pondasi
mahabatullah, hanya akan
menjerumuskan ke dasar jurang
kelalaian dan kenistaan.

Rasul SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah memiliki hak
atas dirimu yang harus engkau
tunaikan, dirimu memiliki hak yang
harus engkau tunaikan, dan
keluargamu memiliki hak atas
dirimu yang harus engkau tunaikan.
Maka tunaikanlah hak-hak masing-
masing dari semua itu.” (HR.
Bukhari).

Tips Keluarga Bahagia

Jadikan rumah tangga sebagai
markas pengkaderan generasi akan
datang. Suami menghidupkan
semangat memahami agama,
sehingga isteri-anak semakin cinta
kepada agama, Allah dan rasul-Nya.
Cinta inilah yang akan
menghidupkan cahaya hati anggota
keluarga, sehingga perbuatannya
sesuai syariat Allah SWT.

Saling memberikan nasehat dalam
kebenaran dan kesabaran, pujian,
perhatian, hadiah, dan do’a.
Tumbuhkan sikap percaya diri yang
tumbuh dari iman kepada Allah,
kasih sayang, kemesraan dan saling
menghormati antar anggota keluarga
dalam suasana tauhid. Orangtua
menjadi pendengar yang bijak dari
curahan hati anak-anak.Orangtua
bersikap terbuka dalam menerima
kritikan anak.

Berkomunikasilah antar anggota
keluarga dengan lembut dan
mengutamakan musyawarah dalam
amar ma’ruf nahi munkar.
Komunikasi bisa berbentuk lisan
atau bukan lisan (tingkah laku,
mimik muka, tulisan, gerakan
anggota badan dan penampilan
anggota keluarga). Komunikasi
dalam keluarga akan senantiasa
terpelihara selama komunikasi
dengan Allah pun tetap terjaga.

Ucapkanlah salam setiap keluar dan
masuk rumah. Berkatalah dengan
ucapan yang thoyyibah (baik),
karena menjadi teladan bagi anak.
Hindari pertengkaran antara suami
isteri di hadapan anak-anak, karena
bisa merusak jiwa mereka.

Berlaku adillah dalam melayani
anak-anak supaya terhindar
perasaan dengki, iri hati dan
dendam. Anak-anak yang lebih kecil
menghormati kakaknya. Kakak harus
menolong adik. Tanamkan sikap ini
pada anak, sehingga tidak ada
permusuhan dalam keluarga dan
mereka saling menyayangi.

Berikan teladan kepada anak, bukan
celaan dan kekerasan. Berikan
sikap terbaik, karena bagaimana
sikap kita terhadap anak, begitu
pulalah mereka akan bersikap
kepada kita.

Wahai isteri, berterima kasihlah atas
kebaikan suami, dengan senyuman
manis, atau kata-kata cinta, atau
maafkan kesalahan dan
kekurangannya. Rasul bersabda,
“Allah tidak akan melihat kepada
istri yang tidak tahu bersyukur
kepada suaminya dan ia tidak
merasa cukup darinya”. Nabi Saw
bersabda: “Wahai sekalian wanita
bersedekahlah karena aku melihat
mayoritas penduduk neraka adalah
kalian." Maka mereka berkata: “Ya
Rasulullah kenapa demikian?” Beliau
menjawab: “Karena kalian banyak
melaknat dan mengkufuri kebaikan
suami”.

Pergaulilah keluarga suami dan
kerabat-kerabatnya dengan baik.
Simpanlah rahasia keluarga dan
tutupilah kekurangan (aib)
suaminya. Empatilah terhadap duka
cita dan kesedihan suaminya.

Bersikaplah qana’ah, ridha dengan
apa yang diberikan suami untuknya,
baik sedikit ataupun banyak. Ia tidak
menuntut di luar kesanggupan
suaminya atau meminta sesuatu
yang tidak perlu.

Didiklah anggota keluarga hidup
sederhana, sehingga tidak boros
dalam makanan, minuman, pakaian,
perabot rumah tangga dan
sebagainya. Firman Allah SWT,
“Makan dan minumlah dan janganlah
berlebih-lebihan, sesungguhnya
Allah tidak menyukai orang-orang
yang berlebih-lebihan” (QS al-
A’raf : 31).

Kenali dan pahami suami, sehingga
tahu apa yang disukai suami dan
penuhilah, juga tahu apa yang
dibenci suami dan jauhilah. Dengan
syarat tidak dalam perkara maksiat
kepada Allah, karena tidak ada
ketaatan kepada makhluk dalam
bermaksiat kepada Al Khaliq.

Keluarga Pejuang Islam

Suami isteri menyadari bahwa
rumah tangga muslim adalah salah
satu agenda gerakan Islam.
Kehidupan rumah tangga dengan
seluruh problemnya tidak boleh
menghentikan semangat membela
Islam. Suami isteri harus saling
menguatkan, saling mengingatkan,
saling membantu menyalakan api
perjuangan. Isteri memberi
dorongan agar suami semakin
berada di garis depan barisan
pejuang. Tempalah seluruh anggota
keluarga menjadi para pejuang
Islam. Keluarga yang bahagia adalah
keluarga penegak agama Allah SWT
yang senantiasa berdoa:
Dan oran-orang yang berkata: "Ya
Tuhan kami, anugerahkanlah kepada
kami isteri-isteri kami dan
keturunan kami sebagai penyenang
hati (Kami), dan jadikanlah kami
imam bagi orang-orang yang
bertakwa. (QS. Al Furqan 74).

Wallahua’lam!

[Ummu Hafizh]

sumber; www.suara-islam.com

Welcome

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين , وبه نستعين , على أمور الدنيا والدين , والصلاة والسلام على سـيدنا وحبيبنا وقرة أعيننا ومولانا محمد سـيد الأنبياء والمرسلين , وعلى آله وصحبه أجـمعين , ولا حول ولا قوّة إلا بالله العلي العظيم , أما بعد ؛

Alhamdulillah atas ridho, hidayah dan ma'unah-Nya saya dapat mengenalkan blog sederhana ini sebagai sarana atau media belajar ke tengah - tengah masyarakat luas dengan maksud dapat menjadikan nasehat kepada penulis khususnya dan pada para pembaca pada umumnya. Disamping itu Blog ini diharapkan dapat menjadi sarana berbagi informasi seputar Pendidikan Islam baik di lingkungan pendidikan formal, informal, maupun nonformal. Di sini Penulis bukan bermaksud untuk mengajari atau menceramahi, tetapi lebih kepada "saling berbagi, belajar bersama" diantara sesama saudara muslim.

Dalam hal ini penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari para pembaca, demi kemajuan media ini karna disini penulis juga masih belajar, masih dangkal pengetahuan, masih sangat awam. Butuh bimbingan, nasehat dari para pembaca, para guru-guru, para kyai-kyai.

Akhirnya saya ucapkan selamat membaca, mudah - mudahan apa yang saya sjikan melalui media ini dapat membawah manfaat dan diterima dengan baik oleh masyarakat umum.

جزاكم اللهُ خيرا كثيرا وجزاكم اللهُ احسنَ الجزاء

Wassalaamu'alaikum Wr. Wb.
Powered by Blogger.

Islam

Lihat katagori Artikel Islam yang lain..... »

Pendidikan

Lihat katagori pendidikan yang lain..... »
 
Support : Google+ | Contact On Facebook | Contact On Twitter
Copyright © 2011. Pustaka Aslikan - Learning and Knowledge Sharing
Home | Contact Me | About Me
Powered by Blogger