Hindari Mengeluh..!!! Manusia dan Medsos Bukan Tempat Mengeluh, Lalu Kepada Siapa Kita Mengeluh...???

Kita semua pasti pernah mempunyai masalah dalam kehidupan. Ada kalanya kita merasakan bahagia dan senang, ada kalanya kita merasakan sedih dan pilu. Hal ini adalah sunnatullah.

Hikmah Sholat

Shalat sebagai Rukun Islam ke dua sarat dengan makna dan hikmah yang terkait dengan aktivitas keseharian dalam kehidupan. Diantara hikmah shalat yaitu:

BERKAH MAULID NABI MUHAMMAD SAW

Kita memperingati kelahiran Nabi, kita akan mendapatkan empat perkara.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

"SELAMAT DATANG DI BLOG PUSTAKA ASLIKAN, SEMOGA BERMANFAAT"

Pesan Dari Abah Yai

الحمد لله رب العالمين , وبه نستعين , على أمور الدنيا والدين , والصلاة والسلام على سـيدنا وحبيبنا وقرة أعيننا ومولانا محمد سـيد الأنبياء والمرسلين , وعلى آله وصحبه أجـمعين , ولا حول ولا قوّة إلا بالله العلي العظيم , أما بعد ؛

Ngawiti postingan enjeng meniko, penulis enget dawuhipun Abah Yai ingdalem setunggalipun pengaosan ingkang sampun dipun istiqomah'aken setiap dinten jum'at. Kurang langkung dawuhipun kados menkaten :

1. Angen - angen makhluke Allah,

Lek awakmu kabeh kepengen mulyo mungguhe Gusti Allah, awakmu kudu nyekeli kuncine toto kromo. La kuncine toto kromo niku nopo...??? Kuncine toto kromo ingkang saget ngankat derajade menungso ing ngersane Allah yo iku : "Ngeroso luweh ino tinimbang makhluke Gusti Allah liyane, Ndilok wong liyo (makhluke Allah) luweh utomo/ luweh mulyo tinimbang awak'e dewe, Seneng ngajeng - ngajeng barokah marang wong liyo.

2. Angen - angen Keagungane Gusti Allah (Pencipta jagat raya beserta isinya)

Awakmu kabeh kuwi cilik, ora ono apa - apane dibandeng ciptaane Gusti Allah kang Maha Agung, mulo ojo sok ndel - ndelno, ojo domane awakmu ayu, ganteng, pinter, ojo domane awakmu sugeh donyo brono, ojo domane awakmu dadi pemimpin, pejabat, awakmu banjur sombong. Awakmu ngono kuwi kerono peparinge Gusti Allah mulo iku awakmu kabeh ojo sombong.

3. Neng awakmu susah seng sabar
.

Allah menehi ngono kuwi kabeh iku ono hikmahe.
Lek awakmu di paringi sugeh donyo brono karo Gusti Allah, iso to nggunakno donyo brono iku kanggo golek ridhane Allah kanggo sedekah.....???
Awakmu diparingi rupo ayu, ganteng, kepinteran, opo yo iso awakmu ora bakal sombong.......???
Awakmu diparingi rupo elek, badan cacat, opo toh iso awakmu kabeh nerimo kanti ati kang ikhlas...???
Awakmu diparingi susah, melarat, miskin, opo toh iso awakmu kabeh sabar lan selalu eleng Gusti Allah...??? Awakmu diwenehi melarat/susah, yo ngono kuwi pancene gusti Allah menehi dalan rizki songko melaratmu kuwi, awakmu dikengken sabar mergo Allah seneng marang wong kang atine selalu sabar.

4. Ojo seneng muring - muringa,

***
Kurang langkung ringkese kados menkaten dawuhipun Abah Yai, mugio ndadosaken pengeleng kangge kito sedoyo, ndadosaken kito sedoyo seneng angen-angen keagungane Gusti Allah.

Kenopo seh gusti Allah ndadosaken makhlukipun enten seng jelek, cantik, ganteng, sugeh, melarat lan lintu-lintu nipun, padahal gusti Allah Maha pencipta, padahal Gusti Allah saget ndadosaken sedoyo makhlukipun niku sae....??? mboten sanes inggih meniko supados menungso niku purun berfikir, purun angen-angen lan purun syukur dateng sedoyo nopo ingkang sampun dipun parengaken dumateng kito sedoyo. Kaya, miskin, melarat, tampan, jelek, cantik, pandai, bodoh, niku sedoyo cobaan saking Gusti Allah, mung kito mawon ingkang mboten ngeraosaken bele meniko sedoyo saking Allah.

Mekaten ingkang saget kulo tulis, mugio saget manfaati kangge kulo khususipun lan kangge panjenengan sedoyo (pembaca) umumipun, Aamiin.....

Memahami Puasa Ramadhan

Secara bahasa memiliki arti menahan.Dalam istilah syara’ memeiliki arti menahan dari perkara yang dapat membatalkannya dimulai dari terbit fajar sampai matahari terbenam disertai niat khusus
Dasar wajib puasa firman Allah dalam surat Al Baqoroh ayat 183 yang artinya:
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa. (QS. Al-Baqarah : 183)

Awal diwajibkan puasa pada bulan sya’ban tahun kedua hijriah.
Hikmah: menahan hawa nafsu, mengurangi syahwat, menjaga diri dari maksiat dan menumbuhkan rasa social dan solidaritas yang tinggi bagi orang yang memiliki kelebihan harta dengan merasakan betapa susahnya lapar dan menderitanya orang miskin.

Syarat sah puasa
  1. Islam
  2. Berakal
  3. Bersih dari haid dan nifas
  4. Mengetahui waktu diperbolehkan untuk berpuasa.
Berarti tidak sah puasa orang kafir, orang gila walaupun sebentar, perempuan haid atau nifas dan puasa diwaktu yang diharamkan berpuasa seperti hari raya atau hari tasyriq.
Adapun perempuan yang terputus haid atau nifasnya sebelum fajar maka puasanya tetap sah dengan syarat telah niat, sekalipun belum mandi sampai pagi.

Syarat wajib puasa

1. Islam
Puasa tidak wajib bagi orang kafir dalam hukum dunia, namun diakhirat mereka tetap dituntut dan diadzab kerena meninggalkan puasa selain diadzab karena kekafiranya.
2. Mukallaf (baligh dan berakal)
Anak yang belum baligh atau orang gila tidak wajib puasa, namun orang tua wajib menyuruh anaknya berpuasa pada usia tujuh tahun dan wajib memukulnya jika meninggalkan puasa pada usia 10 tahun jika telah mampu.
3. Mampu mengerjakan puasa (bukan lansia atau orang sakit)
Lansia yang tidak mampu berpuasa atau orang sakit yang tidak ada harapan untuk sembuh menurut medis wajib mengganti puasanya denga membayar fidyah yaitu satu mud(7,5 ons) makanan pokok untuk setiap harinya.
4. Mukim (bukan musafir sejauh ± 82 km dan keluar dari batas daerahnya sebelum fajar)

Rukun-rukun puasa
1. Niat,
Niat untuk puasa wajib, mulai terbenamnya matahari sampai terbitnya fajar di setiap harinya. Sedangkan untuk puasa sunnah,sampai tergelincirnya matahari (waktu dzuhur) dengan syarat :
  • Diniatkan sebelum masuk waktu dzuhur
  • Tidak mengerjakan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, dan lain-lain sebelum niat .
Niat puasa Ramadlon yang sempurna:

نويت صوم غد عن اداء فرض شهر رمضان هذه السنة لله تعالى

Saya niat mengerjakan puasa bulan romadlon besok hari pada tahun ini karena Allah SWT.
2. Menghindari perkara yang membatalkan puasa. Kecuali jika lupa atau dipaksa atau karena kebodohan yang ditolelir oleh syari’at (Jahil ma’dzur)
Jahil Ma’dzur /kebodohan yang ditolelir syariat ada dua:
a. Hidup jauh dari Ulama’
b. Baru masuk Islam
Hal-hal yang membatalkan puasa:
  1. Masuknya sesuatu kedalam rongga terbuka yang tembus ke bagian dalam tubuh seperti mulut, hidung, telinga dan lain-lain, jika ada unsur kesengajaan, mengetahui keharamanya dan atau kehendak sendiri, namun jika dalam keadaan lupa, tidak mengetahui keharamannya karena bodoh yang ditolelir atau dipaksa, maka puasanya tetap sah.
  2. Murtad, sekalipun masuk Islam seketika
  3. Haid, nifas sekalipun mampet seketika seketika.
  4. Gila meskipun sebentar
  5. Pingsan dan mabuk sehari penuh, Jika masih ada kesadaran meskipun sebentar ,tetap sah .
  6. Bersetubuh dengan sengaja dan mengetahui keharamannya.
  7. Mengeluarkan mani dengan sengaja, seperti dengan tangan atau dengan menyentuh istrinya tanpa penghalang
  8. Muntah dengan sengaja

Masalah-masalah yang berkaitan dengan puasa:
Apabila seseorang berhubungan dengan istrinya pada siang hari romadlon dengan sengaja, tidak di paksa dan mengetahui keharamnnya maka puasanya batal, berdosa, tetap wajib menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sampai maghrib dan wajib mengqodo’i puasa serta wajib membayar kafarat(denda)yaitu:
  • Membebaskan budak yang Islam
  • Jika tidak mampu, wajib berpuasa dua bulan berturut-turut.
Jika tidak mampu maka wajib memberi makanan pada 60 orang miskin masing-masing berupa satu mud(7,5 ons) dari makanan pokok. Denda ini wajib dikeluarkan hanya bagi laki-laki.

Hukum menelan dahak
  • Jika telah mencapai batas “luar” tenggorokan maka haram menelan dan membatalkan puasa jika ditelan
  • Jika masih dibatas “dalam” tenggorokan maka boleh dan tidak membatalkan puasa.Yang dimaksud batas luar adalah makhrojnya huruf Kha(ح) dan dibawahnya adalah batas dalam.

Menelan ludah tidak membatalkan puasa dengan syarat :
  • Murni (tidak tercampur benda lain)
  • Suci
  • Berasal dari sumbernya yaitu ludah dan mulut, sedangkan menelan ludah yang berada pada bibir luar membatalkan puasa karena sudah diluar mulut.

Hukum masuknya air mandi kedalam rongga terbuka dengan tanpa sengaja:
  • Jika sebab mandi sunnah seperti mandi sholat jum’ah atau mandi wajib seperti mandi jinabat maka tidak membatalakan puasa kecuali Jika sengaja atau menyelam.
  • Jika bukan mandi sunnah atau wajib seperti mandi untuk membersihkan badan maka puasanya batal baik disengaja atau tidak
Hukum air kumur yang tertelan tanpa sengaja:
  • Jika berkumur untuk kesunahan seperti dalam wudlu, maka tidak membatalkan puasa bila tidak terlalu kedalam(Mubalaghoh)
  • Jika berkumur biasa, bukan untuk kesunahan maka puasanya batal secara mutlaq, baik secara mubalaghoh(terlalu kedalam) atau tidak.
Orang yang muntah atau mulutnya berdarah wajib berkumur dengan mubalaghoh(membersihkan sampai ke pangkal tenggorokan) agar semua bagian mulutnya suci.
Apabila ia menelan ludah tanpa mensucikan muludnya terlebih dahulu maka puasanya batal sekalipun ludahnya Nampak bersih.

Orang yang sengaja membatalkan puasanya atau tidak berniat dimalam hari wajib menahan diri disiang hari romadlon dari perkara yantg membatalakan puasa(seperti orang Puasa) sampai maghrib dan setelah romadlon wajib mengqodo’i puasanya.

Berbagai konsekwensi bagi orang yang tidak berpuasa atau membatalkan puasa romadlon:
1. Wajib qodlo’ dan membayar denda :
  • Jika membatalkan puasa demi orang lain. Seperti perempuan mengandung dan menyusui, yang tidak puasa karena kuatir pada kesehatan anaknya saja.
  • Mengahirkan qodlo’ hingga datang romadlon lagi tanpa ada udzur
2. Wajib qodlo’ tanpa denda
Berlaku bagi orang yang tidak berniat dimalam hari,orang yang membatalkan puasanya dengan selain jimak (bersetubuh) dan perempuan hamil atau menyusui anaknya yang tidak puasa karena kuatir pada kesehatan dirinya saja atau keehatan dirinya dan anaknya
3. Wajib denda tanpa qodlo’
Berlaku bagi orang yang lanjut usia dan orang sakit yang tidak punya harapan sembuh jika keduanya tidak mampu berpuasa.
4. Tidak wajib qodho’ dan tidak wajib denda
Berlaku bagi orang yang gila tanpa disengaja.
Yang dimaksud denda disini adalah satu mud (7.5 Ons) makanan pokok daerah setempat untuk setiap harinya.

Hal hal yang disunahkan dalam berpuasa romadlon:
  1. Menyegerakan berbuka puasa.
  2. Sahur, sekalipun dengan seteguk air.
  3. Mengahirkan sahur, sehingga menjelang 30-60 menit sebelum subuh.
  4. Berbuka dengan kurma.Disunahkan dengan bilangan ganjil, bila tak ada kurma maka air zam-zam. bila tak ada, cukup dengan air putih, bila tak ada dengan apa saja yang berasa manis alami, bila tak ada juga, berbuka dengan makanan atau minuman yang manis.
  5. Membaca doa berbuka yaitu:
    اللهم لك صمت وبك امنت وعلى رزقك افطرت ذهب الظمأ وبتلت العروق وثبت الأ جران شاء الله. الحمد لله الذى أعاننى فصمت ورزقنى فافطرت اللهم انى اسألك برحمتك التى وسعت كل شيء ان تغفرلى
  6. Memberi makanan berbuka kepada orang berpuasa.
  7. Mandi janabat sebelum terbitnya fajar bagi orang yang junub di malam hari.
  8. Mandi setiap malam di bulan romadlan
  9. Menekuni sholat tarawih dan witir.
  10. Memperbanyak bacaan al-Quran dan berusaha memahami artinya.
  11. Memperbanyak amalan sunnah dan amalan soleh
  12. Menghindari hal-hal sia-sia.
  13. Berusaha makan dari yang halal
  14. Bersungguh-sungguh di sepuluh hari terahir,dan lain-lain

Hal hal yang dimakruhklan dalam berpuasa romadlon:
  1. Mencicipi makanan (tidak di telan)
  2. Bekam(mengeluarkan darah)
  3. Berkumur sebelum berbuka
  4. Mandi dengan menyelam.
  5. Memakai siwak setelah masuk waktu dhuhur.
  6. Banyak tidur dan terlalu kenyang.
Hal-Hal yang membatalkan pahala puasa:
  1. Ghibah(gossip)
  2. Adu domba
  3. Berbohong
  4. Memandang dengan syahwat
  5. Sumpah palsu.
  6. Berkata
Rasulullah SAW bersabda:

خمس يفطر الصائم الكذب والغيبة والنميمة واليمين الكاذبة والنظر بشهوة

“Lima perkara yang membatalkan (pahala) puasa: Berbohong,ghibah,adu domba,sumpah palsu dan melihat dengan syahwat” (H.R.Anas)


Kisah Orang Yang Mensyukuri dan Tidak Mensyukuri Nikmat Allah

Kisah Orang Yang Mensyukuri dan Tidak Mensyukuri Nikmat Allah,

Ada tiga orang Bani Israil yang telah diuji oleh Allah SWT. Ketiga orang tersebut masing - masing menderita penyakit, ada yang menderita penyakit kusta, ada yang menderita penyakit gundul (tidak berambut), dan yang terakhir menderita penyakit buta.
Ketika itu Allah mengutus malaikat untuk menemui mereka.
Pertama, malaikat bertanya kepada orang yang sakit kusta, "Apa yang engkau inginkan?"
"Aku ingin rupa yang bagus dan kulit yang halus, sehingga orang tidak jijik kepadaku", jawab orang yang berpenyakit kusta.
Malaikat mengusap tubuh orang itu. seketika lenyaplah penyakit yang menjijikkan dari tubuh orang itu. Malaikat bertanya lagi, "harta apa yang engkau inginkan?"
"unta", jawab orang itu. Lalu diberi unta yang sedang mengandung kepada orang itu.

Selanjutnya malaikat bertanya kepada orang yang berpenyakit gundul, "Apa yang engkau inginkan?"
"Rambut", jawab orang gundul itu. Malaikat menyapu kepala orang itu. seketika tumbuhlah rambut di kepala orang yang gundul itu. Malaikat bertanya pula, "harta apa yang engkau inginkan?" "Aku menginginkan sapi", jawab orang itu. Maka diberikan kepada orang itu seekor sapi yang sedang mengandung.

Setelah itu malaikat datang kepada orang yang buta dan bertanya, "Apa yang engkau inginkan?"
Orang buta itu menjawab, "Saya ingin melihat kembali."
Malaikat pun mengusap muka orang buta itu. seketika itu pula orang buta itu dapat melihat kembali. Kemudian malaikat bertanya lagi, "Harta apa yang engkau inginkan?" "Kambing", jawab orang itu, Maka diberi kepada orang itu seekor kambing yang sedang mengandung.

Beberapa tahun kemudian unta, sapi, dan kambing yang telah diberikan kepada orang miskin yang sakit kusta, gundul, dan buta telah berkembang biak. Dari hari kehari binatang ternak itu selalu bertambah. Orang yang semula berpenyakit kusta, sekarang telah menjadi orang kaya yang memiliki peternakan unta. Orang yang semula berpenyakit gundul, telah menjadi seorang peternak sapi yang kaya raya. Sedangkan orang yang semula buta telah menjadi peternak kambing yang sukses.

Pada suatu hari datanglah seorang malaikat yang menjelma menjadi orang yang berpenyakit kusta. malaikat itu berkata, "Tuan saya ini orang miskin yang kehabisan bekal di jalan. Tolonglah saya, tuan...!! Berikanlah saya bekal untuk melanjutkan perjalanan!" Orang kaya yang dulunya berpenyakit kusta itu menjawab, "Maaf saya sedang tidak bisa membantu, saya sedang banyak utang." Malaikat itu berkata pula, "Rasa-rasanya saya pernah kenal tuan. Bukankah dulu tuan orang miskin yang berpenyakit kusta menjijikkan?" Orang itu menyangkal, "Tidak! itu tidak benar! Harta ini semata-mata dari ayah dan kakekku." Malaikat pun berkata, "Apabila tuan berdusta, semoga Allah menjadikan tuan seperti semula."

Setelah itu malaikat mendatangi orang kaya yang dulunya orang miskin yang berpenyakit gundul. Kepadanya malaikat berpura - pura memohon bantuan sebagaimana dikatakan kepada orang kaya yang pertama tadi. Jawaban yang diterima malaikat, sama dengan orang yang pertama, yaitu penolakan dan ingkar. Malaikat pun berkata, "Apabila tuan berdusta dan ingkar, semoga Allah menjadikan tuan seperti keadaan tuan semula."

Terakhir, malaikat datang kepada orang kaya yang dulunya ia miskin dan menderita penyakit buta. malaikat pun mengutarakan maksudnya sebagaimana diutarakan kepada orang kaya yang pertama dan kedua. Orang yang dulunya buta menjawab, "Betul, dulunya saya ini buta, kemudian Allah mengembalikan penglihatan saya. Untuk itu saya bersyukur kepada Allah. Ambillah harta saya ini sekehendakmu. Sisakanlah untuk saya sekehendakmu pula. Saya ikhlas memberikannya." Malaikat berkata, "Peliharalah hartamu, saya tidak akan mengambilnya. Saya hanya menguji. Ternyata kamu lulus ujian ini. dengan demikian kamu diridhai Allah dan kedua temanmu dibenci-Nya."

Demikianlah kisah tiga orang yang sama - sama menderita, sama-sama berjanji akan berbuat baik manakala penderitaannya sudah berganti dengan kesenangan. Akan tetapi, ternyata yang dua orang tidak bersyukur terhadap nikmat yang diberikan Allah. Allah membenci kedua orang yang ingkar atau kufur nikmat itu dan mengembalikannya seperti keadaan semula. Sebaliknya, orang yang mensyukuri nikmat Allah akan mendapat Ridha-Nya dan ditambahkan rizkinya.

Download RPP dan Silabus PAI Berkarakter SMP Kelas 7,8,9

Alhamdulillah, Setelah kemarin saya share link Download RPP dan Silabus Seni Budaya Berkarakter SMP/MTs Kelas 7,8,9. Untuk kali ini saya kembali berbagi link Download RPP dan Silabus PAI Berkarakter SMP Kelas 7,8,9. Bagi teman - teman yang ingin mendownloadnya berikut adalah daftar linknya :

Kelas VII
  1. RPP PAI kelas VII Semester I
  2. RPP PAI kelas VII Semester II
  3. Silabus PAI kelas VII Semester I
  4. Silabus PAI kelas VII Semester II 

Kelas VIII
  1. RPP PAI kelas VIII Semester I
  2. RPP PAI kelas VIII Semester II
  3. Silabus PAI kelas VIII Semester I
  4. Silabus PAI kelas VIII Semester II 
Kelas IX
  1. RPP PAI kelas IX Semester I
  2. RPP PAI kelas IX Semester II
  3. Silabus PAI kelas IX Semester I
  4. Silabus PAI kelas IX Semester II


Penting !!!!
Segera kirim komentar / sms ke 081515277521, apabila ada link download yang rusak, terima kasih. Semoga bermanfaat......!!

Download RPP dan Silabus Seni Budaya Berkarakter SMP/MTs Kelas 7,8,9

Alhamdulillah pada kesempatan ini saya bisa Share link Download RPP dan Silabus Seni Budaya Berkarakter SMP/MTs Kelas 7,8,9. Sesuai dengan permintaan dari teman - teman, link ini bisa teman - teman download dengan gratis.

Berikut adalah daftar linknya :

Kelas VII
  1. RPP Seni Budaya kelas VII Semester I
  2. RPP Seni Budaya kelas VII Semester II
  3. Silabus Seni Budaya kelas VII Semester I
  4. Silabus Seni Budaya kelas VII Semester II
Kelas VIII
  1. RPP Seni Budaya kelas VIII Semester I
  2. RPP Seni Budaya kelas VIII Semester II
  3. Silabus Seni Budaya kelas VIII Semester I
  4. Silabus Seni Budaya kelas VIII Semester II
Kelas IX
  1. RPP Seni Budaya kelas IX Semester I
  2. RPP Seni Budaya kelas IX Semester II
  3. Silabus Seni Budaya kelas IX Semester I
  4. Silabus Seni Budaya kelas IX Semester II
Penting !!!!
Segera kirim komentar / sms ke 081515277521, apabila ada link download yang rusak, terima kasih. Semoga bermanfaat......!!

Ada Apa di Bulan Sya'ban ?

Oleh: H. Ahsan Ghozali

Sya’ban adalah salah satu bulan yang mulia. Bulan ini adalah pintu menuju bulan Ramadlan. Siapa yang berupaya membiasakan diri bersungguh-sungguh dalam beribadah di bulan ini, ia akan akan menuai kesuksesan di bulan Ramadlan.
Dinamakan Sya’ban, karena pada bulan itu terpancar bercabang-cabang kebaikan yang banyak (yatasya’abu minhu khairun katsir). Menurut pendapat lain, Sya’ban berasal dari kata Syi’b, yaitu jalan di sebuah gunung atau jalan kebaikan. Dalam bulan ini terdapat banyak kejadian dan peristiwa yang patut memperoleh perhatian dari kalangan kaum muslimin.

Pindah Qiblat
Pada bulan Sya’ban, Qiblat berpindah dari Baitul Maqdis, Palistina ke Ka’bah, Mekah al Mukarromah. Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wasallam menanti-nanti datangnya peristiwa ini dengan harapan yang sangat tinggi. Setiap hari Beliau tidak lupa menengadahkan wajahnya ke langit, menanti datangnya wahyu dari Rabbnya. Sampai akhirnya Allah Subhanahu Wata’ala mengabulkan penantiannya. Wahyu Allah Subhanahu Wata’ala turun. “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.” (QS. Al Baqarah; 144)

Diangkatnya Amal Manusia
Salah satu keistimewaan bulan Sya’ban adalah diangkatnya amal-amal manusia pada bulan ini ke langit. Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: “Saya berkata: “Ya Rasulullah, saya tidak pernah melihatmu berpuasa dalam suatu bulan dari bulan-bulan yang ada seperti puasamu di bulan Sya’ban.” Maka beliau bersabda: “Itulah bulan yang manusia lalai darinya antara Rajab dan Ramadhan. Dan merupakan bulan yang di dalamnya diangkat amalan-amalan kepada rabbul ‘alamin. Dan saya menyukai amal saya diangkat, sedangkan saya dalam keadaan berpuasa.” (HR. Nasa’i).

Keutamaan Puasa di Bulan Sya’ban
Rasulullah ditanya oleh seorang sahabat, “Adakah puasa yang paling utama setelah Ramadlan?” Rasulullah Shollallahu alai wasallam menjawab, “Puasa bulan Sya’ban karena berkat keagungan bulan Ramadhan.”Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sampai kami katakan beliau tidak pernah berbuka. Dan beliau berbuka sampai kami katakan beliau tidak pernah berpuasa. Saya tidak pernah melihat Rasulullah menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali Ramadhan. Dan saya tidak pernah melihat beliau berpuasa lebih banyak dari bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Dawud).

Sepintas dari teks Hadits di atas, puasa bulan Sya’ban lebih utama dari pada puasa bulan Rajab dan bulan-bulan mulia (asyhurul hurum) lainnya. Padahal Abu Hurairah telah menceritakan sabda dari Rasulullah Shollallu alaihi wasallam, “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan-bulan mulia (asyhurul hurum).” Menurut Imam Nawawi, hal ini terjadi karena keutamaan puasa pada bulan-bulan mulia (asyhurul hurum) itu baru diketahui oleh Rasulullah di akhir hayatnya sebelum sempat beliau menjalaninya, atau pada saat itu beliau dalam keadaan udzur (tidak bisa melaksanakannya) karena bepergian atau sakit.

Sesungguhnya Rasulullah Shollallu alaihi wasallam mengkhususkan bulan Sya’ban dengan puasa itu adalah untuk mengagungkan bulan Ramadhan. Menjalankan puasa bulan Sya’ban itu tak ubahnya seperti menjalankan sholat sunat rawatib sebelum sholat maktubah. Jadi dengan demikian, puasa Sya’ban adalah sebagai media berlatih sebelum menjalankan puasa Ramadhan.

Adapun berpuasa hanya pada separuh kedua bulan Sya’ban itu tidak diperkenankan, kecuali:
  1. Menyambungkan puasa separuh kedua bulan Sya’ban dengan separuh pertama.
  2. Sudah menjadi kebiasaan.
  3. Puasa qodlo.
  4. Menjalankan nadzar.
  5. Tidak melemahkan semangat puasa bulan Ramadhan.
Turun Ayat Sholawat Nabi
Salah satu keutamaan bulan Sya’ban adalah diturunkannya ayat tentang anjuran membaca sholawat kepada Nabi Muhammad Shollallu alaihi wasallam pada bulan ini, yaitu ayat: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al Ahzab;56)

Sya’ban, Bulan Al Quran
Bulan Sya’ban dinamakan juga bulan Al Quran, sebagaimana disebutkan dalam beberapa atsar. Memang membaca Al Quran selalu dianjurkan di setiap saat dan di mana pun tempatnya, namun ada saat-saat tertentu pembacaan Al Quran itu lebih dianjurkan seperti di bulan Ramadhan dan Sya’ban, atau di tempat-tempat khusus seperti Mekah, Roudloh dan lain sebagainya.

Syeh Ibn Rajab al Hambali meriwayatkan dari Anas, “Kaum muslimin ketika memasuki bulan Sya’ban, mereka menekuni pembacaan ayat-ayat Al Quran dan mengeluarkan zakat untuk membantu orang-orang yang lemah dan miskin agar mereka bisa menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Malam Nishfu Sya’ban
Pada bulan Sya’ban terdapat malam yang mulia dan penuh berkah yaitu malam Nishfu Sya’ban. Di malam ini Allah Subhanahu wata’ala mengampuni orang-orang yang meminta ampunan, mengasihi orang-orang yang minta belas kasihan, mengabulkan doa orang-orang yang berdoa, menghilangkan kesusahan orang-orang yang susah, memerdekakan orang-orang dari api neraka, dan mencatat bagian rizki dan amal manusia.

Banyak Hadits yang menerangkan keistimewaan malam Nishfu Sya’ban ini, sekalipun di antaranya ada yang dlo’if (lemah), namun Al Hafidh Ibn Hibban telah menyatakan kesahihan sebagian Hadits-Hadits tersebut, di antaranya adalah: “Nabi Muhammad Shollallhu alaihi wasallam bersabda, “Allah melihat kepada semua makhluknya pada malam Nishfu Sya’ban dan Dia mengampuni mereka semua kecuali orang yang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR. Thabarani dan Ibnu Hibban).

Para ulama menamai malam Nishfu Sya’ban dengan beragam nama. Banyaknya nama-nama ini mengindikasikan kemuliaan malam tersebut.
  1. Lailatul Mubarokah (malam yang penuh berkah).
  2. Lailatul Qismah (malam pembagian rizki).
  3. Lailatut Takfir (malam peleburan dosa).
  4. Lailatul Ijabah (malam dikabulkannya doa)
  5. Lailatul Hayah walailatu ‘Idil Malaikah (malam hari rayanya malaikat).
  6. Lalilatus Syafa’ah (malam syafa’at)
  7. Lailatul Baro’ah (malam pembebasan). Dan masih banyak nama-nama yang lain.
Pro dan Kontra Seputar Nishfu Sya’ban
Al Hafidh Ibn Rojab al Hambali dalam kitab al Lathoif mengatakan, “Kebanyakan ulama Hadits menilai bahwa Hadits-Hadits yang berbicara tentang malam Nishfu Sya’ban masuk kategori Hadits dlo’if (lemah), namun Ibn Hibban menilai sebagaian Hadits itu shohih, dan beliau memasukkannya dalam kitab shohihnya.” Ibnu Hajar al Haitami dalam kitab Addurrul Mandlud mengatakan, “Para ulama Hadits, ulama Fiqh dan ulama-ulama lainnya, sebagaimana juga dikatakan oleh Imam Nawawi, bersepakat terhadap diperbolehkannya menggunakan Hadits dlo’if untuk keutamaan amal (fadlo’ilul amal), bukan untuk menentukan hukum, selama Hadits-Hadits itu tidak terlalu dlo’if (sangat lemah).”Jadi, meski Hadits-Hadits yang menerangkan keutamaan malam Nishfu Sya’ban disebut dlo’if (lemah), tapi tetap boleh kita jadikan dasar untuk menghidupkan amalam di malam Nishfu Sya’ban.

Kebanyakan ulama yang tidak sepakat tentang menghidupkan malam Nishfu Sya’ban itu karena mereka menganggap serangkaian ibadah pada malam tersebut itu adalah bid’ah, tidak ada tuntunan dari Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wasallam. Sedangkan pengertian bid’ah secara umum menurut syara’ adalah sesuatu yang bertentangan dengan Sunnah. Jika demikian secara umum bid’ah itu adalah sesuatu yang tercela (bid’ah sayyi’ah madzmumah). Namun ungkapan bid’ah itu terkadang diartikan untuk menunjuk sesuatu yang baru dan terjadi setelah Rasulullah wafat yang terkandung pada persoalan yang umum yang secara syar’i dikategorikan baik dan terpuji (hasanah mamduhah).

Imam Ghozali dalam kitab Ihya Ulumiddin Bab Etika Makan mengatakan, “Tidak semua hal yang baru datang setelah Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wasallam itu dilarang. Tetapi yang dilarang adalah memperbaharui sesuatu setelah Nabi (bid’ah) yang bertentangan dengan sunnah.” Bahkan menurut beliau, memperbaharui sesuatu setelah Rasulullah (bid’ah) itu terkadang wajib dalam kondisi tertentu yang memang telah berubah latar belakangnya.”

Imam Al Hafidh Ibn Hajjar berkata dalam Fathul Barri, “Sesungguhnya bid’ah itu jika dianggap baik menurut syara’ maka ia adalah bid’ah terpuji (mustahsanah), namun bila oleh syara’ dikategorikan tercela maka ia adalah bid’ah yang tercela (mustaqbahah). Bahkan menurut beliau dan juga menurut Imam Qarafi dan Imam Izzuddin ibn Abdis Salam bahwa bid’ah itu bisa bercabang menjadi lima hukum.

Syeh Ibnu Taimiyah berkata, “Beberapa Hadits dan atsar telah diriwayatkan tentang keutamaan malam Nisyfu Sya’ban, bahwa sekelompok ulama salaf telah melakukan sholat pada malam tersebut. Jadi jika ada seseorang yang melakukan sholat pada malam itu dengan sendirian, maka mereka berarti mengikuti apa yang dilakukan oleh ulama-ulama salaf dulu, dan tentunya hal ini ada hujjah dan dasarnya. Adapun yang melakukan sholat pada malam tersebut secara jamaah itu berdasar pada kaidah ammah yaitu berkumpul untuk melakukan ketaatan dan ibadah.

Walhasil, sesungguhnya menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan serangkaian ibadah itu hukumnya sunnah (mustahab) dengan berpedoman pada Hadits-Hadits di atas. Adapun ragam ibadah pada malam itu dapat berupa sholat yang tidak ditentukan jumlah rakaatnya secara terperinci, membaca Al Quran, dzikir, berdo’a, membaca tasbih, membaca sholawat Nabi (secara sendirian atau berjamaah), membaca atau mendengarkan Hadits, dan lain-lain.

Tuntunan Nabi di Malam Nisyfi Sya’ban
Rasulullah telah memerintahkan untuk memperhatikan malam Nisyfi Sya’ban, dan bobot berkahnya beramal sholeh pada malam itu diceritakan oleh Sayyidina Ali Rodliallahu anhu, Rasulullah Shollallahu alaihi wasallam bersabda: “Jika tiba malam Nisyfi Sya’ban, maka bersholatlah di malam harinya dan berpuasalah di siang harinya karena sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala menurunkan rahmatnya pada malam itu ke langit dunia, yaitu mulai dari terbenamnya matahari. Lalu Dia berfirman, ‘Adakah orang yang meminta ampun, maka akan Aku ampuni? Adakah orang meminta rizki, maka akan Aku beri rizki? Adakah orang yang tertimpa musibah, maka akan Aku selamatkan? Adakah begini atau begitu? Sampai terbitlah fajar.’” (HR. Ibnu Majah)

Malam Nishfu Sya’ban atau bahkan seluruh bulan Sya’ban sekalipun adalah saat yang tepat bagi seorang muslim untuk sesegera mungkin melakukan kebaikan. Malam itu adalah saat yang utama dan penuh berkah, maka selayaknya seorang muslim memperbanyak aneka ragam amal kebaikan. Doa adalah pembuka kelapangan dan kunci keberhasilan, maka sungguh tepat bila malam itu umat Islam menyibukkan dirinya dengan berdoa kepada Allah Subhanahu wata’ala. Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wasallam mengatakan, “Doa adalah senjatanya seorang mukmin, tiyangnya agama dan cahayanya langit dan bumi.” (HR. Hakim). Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wasallam juga mengatakan, “Seorang muslim yang berdoa -selama tidak berupa sesuatu yang berdosa dan memutus famili-, niscaya Allah Subhanahu wata’ala menganugrahkan salah satu dari ketiga hal, pertama, Allah akan mengabulkan doanya di dunia. Kedua, Allah baru akan mengabulkan doanya di akhirat kelak. Ketiga, Allah akan menghindarkannya dari kejelekan lain yang serupa dengan isi doanya.” (HR. Ahmad dan Barraz).

Tidak ada tuntunan langsung dari Rasulullah Shollallahu alaihi wasallam tentang doa yang khusus dibaca pada malam Nishfu Sya’ban. Begitu pula tidak ada petunjuk tentang jumlah bilangan sholat pada malam itu. Siapa yang membaca Al Quran, berdoa, bersedekah dan beribadah yang lain sesuai dengan kemampuannya, maka dia termasuk orang yang telah menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dan ia akan mendapatkan pahala sebagai balasannya.

Adapun kebiasaan yang berlaku di masyarakat, yaitu membaca Surah Yasin tiga kali, dengan berbagai tujuan, yang pertama dengan tujuan memperoleh umur panjang dan diberi pertolongan dapat selalu taat kepada Allah. Kedua, bertujuan mendapat perlindungan dari mara bahaya dan memperoleh keluasaan rikzi. Dan ketiga, memperoleh khusnul khatimah (mati dalam keadaan iman), itu juga tidak ada yang melarang, meskipun ada beberapa kelompok yang memandang hal ini sebagai langkah yang salah dan batil.

Dalam hal ini yang patut mendapat perhatian kita adalah beredarnya tuntunan-tuntunan Nabi tentang sholat di malam Nishfu sya’ban yang sejatinya semua itu tidak berasal dari beliau. Tidak berdasar dan bohong belaka. Salah satunya adalah sebuah riwayat dari Sayyidina Ali, “Bahwa saya melihat Rasulullah pada malam Nishfu Sya’ban melakukan sholat empat belas rekaat, setelahnya membaca Surat Al Fatihah (14 x), Surah Al Ikhlas (14 x), Surah Al Falaq (14 x), Surah Annas (14 x), ayat Kursi (1 x), dan satu ayat terkhir Surat At Taubah (1 x). Setelahnya saya bertanya kepada Baginda Nabi tentang apa yang dikerjakannya, Beliau menjawab, “Barang siapa yang melakukan apa yang telah kamu saksikan tadi, maka dia akan mendapatkan pahala 20 kali haji mabrur, puasa 20 tahun, dan jika pada saat itu dia berpuasa, maka ia seperti berpuasa dua tahun, satu tahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Dan masih banyak lagi Hadits-Hadits palsu lainnya yang beredar di tengah-tengah kaum muslimin. (Disarikan dari “Madza fi Sya’ban”, karya Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki, Muhadditsul Haromain).

* Staf pengajar PP. Langitan Widang Tuban. Alumni Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki Makkah

Sumber : http://langitan.net/?p=94

Ciri - Ciri Suami Yang Sholeh

Diantara Ciri - Ciri Suami Yang Sholeh yaitu antara lain ;
  1. Mentaati Allah SWT dan Rasul-Nya dengan mengerjakan segala perintah dan menjauhi segala larangan.
  2. Bertanggung jawab dalam memimpin rumah tangganya.
  3. Tidak terlalu bermewah - mewah dalam memberi nafkah, makan, minum, pakaian, tempat tinggal serta keperluan anak istri.
  4. Kasih sayang, mesrah terhadap istri dan anak-anaknya.
  5. Melayani dan menasihati isteri dengan sebaik-baiknya.
  6. Tidak terburu - buru dalam menerima fitnah (pengaduan) dari orang lain, serta bertindak segera tanpa usul selidik dulu.
  7. Tidak gemar memandang perempuan lain.
  8. Tidak gemar bergaul dengan perempuan-perempuan lain.
  9. Tidak suka minum minuman keras, berjudi, merokok dan tidak suka membuang waktunya dengan kerja sia - sia.
  10. Jujur serta senantiasa menepati janji terhadap anak istri.
  11. Senantiasa menjaga kebersihan diri lahir dan batin.
  12. Cemburu dalam hal - hal yang mendatangkan maksiat terhadap dirinya, anak dan istrinya.
  13. Sabar dan menerima kelemahan dan kekurangan istri dengan hati yang terbuka.
  14. Menanamkan sifat-sifat (akhlak-akhlak) terpuji dalam keluarga.

Tanda-Tanda Perempuan Yang Baik Akhlaknya

Tanda-Tanda Perempuan Yang Baik Akhlaknya, antara lain yaitu :
  1. Perempuan yang baik akhlaknya kepada suaminya, anak-anaknya, kedua orang tuanya, teman-temannya, tetangga dekatnya dan terhadap masyarakatnya. yaitu :
    • berbakti kepada suami, bersopan santun terhadap suaminya dalam segala percakapan dan tindakannya.
    • bersikap baik, penyayang dan berbicara dengan bahasa yang baik, lemah lembut terhadap anak-anaknya, tidak suka marah-marah bahkan sampai memaki-maki anaknya.
    • bersopan santun kepada kedua orang tuannya.
    • tidak suka pamer kekayaan, mengadu domba, memfitnah, berkata tidak baik kepada teman-temannya, tetangga dekatnya dan terhadap masyarakatnya.
  2. Perempuan yang selalu memelihara diri / menjaga kehormatannya di balik pembelakangan suaminya (ketika ditinggal si suami untuk bekerja atau bepergian jauh).
  3. Perempuan yang tidak jahat mulutnya, yaitu tidak suka mengadu-ngadu hal-hal kepada kedua orang tuanya, teman-temannya, tetangganya tentang kekurangan atau kejelekan suaminya.
  4. Perempuan yang sabar dalam menempuh segala kesusahan ujian dari Allah dan sabar dalam mengerjakan segala perintah-perintah-Nya.
  5. Tidak berhias ketika keluar rumah karena kecantikan istri hanyalah untuk suaminya saja dan bukan untuk orang lain.
  6. Perempuan yang selalu bersyukur terhadap segala sesuatu pemberian suaminya, dan kalau tidak ada tidak mengeluh.
  7. Tidak memaksa suami untuk memenuhi keinginannya.
  8. Ridho dengan apa - apa pemberian suaminya.
  9. Tidak banyak bicara, berbicara sekedar yang perlu saja.