Hikmat Adanya Gangguan dan Pujian Orang Kepada Kita

Dalam kehidupan sehari hari, dalam lingkungan keluarga, sekolah, kampus maupun dalam lingkungan masyarakat kita sering mendapat pujian maupun celaan dari teman, kerabat bahkan masyarakat umum. Adapun pujian dan celaan dari orang, hal itu sebaiknya tidak usah kita hiraukan, sebab jika kita benar-benar di sisi Allah baik, maka biarpun dicela oleh semua manusia niscaya kita tetap baik dan untung, sebaliknya jika kita hina di sisi Allah,maka walaupun kita dipuji - puji oleh semua manusia maka kita tetap tersiksa dan binasa. Para Nabi, Rasul dan Wali Allah saja tidak selamat dari makian/celaan orang apalagi kita yang berakhlak rendah. Tetapi dibalik itu semua Allah sengaja melaksanakan gangguan terhadap diri kita dari orang-orang itu, supaya kita tidak jinak kepada mereka. Sengaja Allah menjemukan (menjengkelkan) kita dari segala sesuatu, supaya tidak ada sesuatu yang melupakan kita daripada Allah (supaya tidak ada yang mengganggu kita untuk mengingat Allah).

Abul-Hasan Asysyadzily berkata : "Larilah dari kebaika / bantuan orang, melebihi dari larimu dari kejahatan orang kepadamu, sebab kebaikan orang itu langsung membahayakan hatimu sedang kejahatan mereka hanya membahayakan jasmanimu, dan bahaya jasmani itu lebih ringan dari pada bahaya hati. Bahaya kebaikan orang kepadamu, jika kamu jinak, senang, menyandar dan berharap kepada mereka".

Apabila kita mendapatkan pujian dari orang janganlah merasa senang, menghindarla dari pujian-pujian itu, sebab merasa senang dengan pujian orang terhadap diri kita, berarti kita telah mengizinkan (memberi kesempatan) kepada setan untuk masuk dan merusak iman dan fikiran kita. Dengan Pujian kita bisa menjadi sombong, merasa sudah sempurna, merasa paling baik, merasa sudah layak untuk di puji dan di agung - agungkan.

Jangan sampai kita tertipu oleh pujian orang - orang yang tidak mengetahui hakikat diri kita, sehingga seolah-olah merasa sudah sempurna dan merasa layak dipuji. Jika kita dipuji sebaiknya mengedepankan kepada Allah dengan berdo'a,

اللهم اجعلنى خيرا مما يظنـون واغـفـرلى مالايعـلمون ولا تـؤاخـذ نى بمايـقولون
"Ya Allah jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka sangka, dan ampunkan bagiku apa - apa (dosa-dosa) yang tidak mereka ketahui, dan jangan dituntut dengan apa yang mereka katakan".

Seorang mukmin yang sesungguhnya ialah tidak merasa dirinya mempunyai sifat - sifat yang layak untuk dipuji, sebab ia hanya merasa mendapat karunia Allah jika ia dapat berbuat sesuatu yang baik, dan sama sekali bukan dari usaha kekuasaan dan kehendak sendiri.


Kajian Kitab Al-Hikam


Blog, Updated at: 9:32:00 AM

1 komentar:

Pustaka Aslikan | Learning and Knowledge Sharing |. Powered by Blogger.