Hindari Mengeluh..!!! Manusia dan Medsos Bukan Tempat Mengeluh, Lalu Kepada Siapa Kita Mengeluh...???
Kita semua pasti pernah mempunyai masalah dalam kehidupan. Ada kalanya kita merasakan bahagia dan senang, ada kalanya kita merasakan sedih dan pilu. Hal ini adalah sunnatullah.
Hikmah Sholat
Shalat sebagai Rukun Islam ke dua sarat dengan makna dan hikmah yang terkait dengan aktivitas keseharian dalam kehidupan. Diantara hikmah shalat yaitu:
BERKAH MAULID NABI MUHAMMAD SAW
Kita memperingati kelahiran Nabi, kita akan mendapatkan empat perkara.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Mensyukuri Nikmat
Syukur merupakan rasa terimakasih kepada Allah atas segala nikmat. Atas makanan yang dilimpahkan Allah, nafas yang terus dihembuskan, kemerdekaaam atas penjajahan. Terlebih nikmat iman dan islam kita.
Allah memerintahkan kepada kita untuk mensyukuri atas nikmat-Nya :
Maka ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
Tanda kita mensyukuri nikmat adalah menggunakan segala nikmat Allah pada jalan yang diperintah-Nya. Seperti contohnya: jika kita dianugerahi kekuatan badan, maka kekuatan itu kita gunakan untuk beribadah, bekerja, menuntu ilmu, menolong orang dan lain sebagainya. Dan termasuk bukti mengingkari nikmat adalah dengan menyia-nyiakannya.
Bulan agustus adalah bulan istimewa bagi bangsa indonesia. Karena pada bulan ini, bangsa kita telah dinyatakan merdeka dari penjajahan yang sangat lama, yaituu tiga setengah abad lebih. Merdeka berarti kita bebas dalam mengatur dirim mengelola hasil alam, dan merencakan kehidupan.
Pada pendiri bangsa ini telah menyadari bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah dari penjajah atau murni hasil perjuangan rakyat pribumi tapi adalah karunia Allah. Oleh karena itu, dalam pembukaan Undang-undang Dasar 45 dijelaskan. “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.”
Dari kutipan diatas, maka bisa dipahami betapa para pendahulu bangsa ini telah mengajari kita untuk mengembalikan anugerah kemerdekaan kepada Allah. Para pendahulu sadar bahwa sekuat apapun keinginan dan usaha untuk menolak penjajah tapi kalau tidak mendapat pertolongan dari Allah, maka akan sia-sia. Tetapi atas anugerah Allah, meski hanya dengan bambu runcing, bangsa ini bisa mengalahkan para penjajah yang memakai senjata-senjata canggih.
Allah memerintahkan kepada kita untuk mensyukuri atas nikmat-Nya :
Maka ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
Tanda kita mensyukuri nikmat adalah menggunakan segala nikmat Allah pada jalan yang diperintah-Nya. Seperti contohnya: jika kita dianugerahi kekuatan badan, maka kekuatan itu kita gunakan untuk beribadah, bekerja, menuntu ilmu, menolong orang dan lain sebagainya. Dan termasuk bukti mengingkari nikmat adalah dengan menyia-nyiakannya.
Bulan agustus adalah bulan istimewa bagi bangsa indonesia. Karena pada bulan ini, bangsa kita telah dinyatakan merdeka dari penjajahan yang sangat lama, yaituu tiga setengah abad lebih. Merdeka berarti kita bebas dalam mengatur dirim mengelola hasil alam, dan merencakan kehidupan.
Pada pendiri bangsa ini telah menyadari bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah dari penjajah atau murni hasil perjuangan rakyat pribumi tapi adalah karunia Allah. Oleh karena itu, dalam pembukaan Undang-undang Dasar 45 dijelaskan. “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.”
Dari kutipan diatas, maka bisa dipahami betapa para pendahulu bangsa ini telah mengajari kita untuk mengembalikan anugerah kemerdekaan kepada Allah. Para pendahulu sadar bahwa sekuat apapun keinginan dan usaha untuk menolak penjajah tapi kalau tidak mendapat pertolongan dari Allah, maka akan sia-sia. Tetapi atas anugerah Allah, meski hanya dengan bambu runcing, bangsa ini bisa mengalahkan para penjajah yang memakai senjata-senjata canggih.
Sumber diambil dari : Majalah Langitan Edisi 52
http://langitan.net/?p=3183 ( diakses pada : hari Ahad Kliwon, 2 Nopember 2014)
Download Buku Tematik Kurikulum 2013 SD Kelas 4
Download Buku Tematik Kurikulum 2013 SD Kelas 4
Buku Siswa
Tema 1 Indahnya Kebersamaan
Tema 2 Selalu Berhentu Energi
Tema 3 Peduli Terhadap Makhluk Hidup
Tema 4 Berbagi Pekerjaan
Tema 5 Pahlawanku
Tema 6 Indahnya Negriku
Tema 7 Cita citaku
Tema 8 Tempat Tinggalku
Tema 9 Makananku Sehat Bergizi
Agama Kristen dan Budi Pekerti
Agama Konghucu dan Budi Pekerti
Agama Katolik dan Budi Pekerti
Agama Islam dan Budi Pekerti
Agama Hindu dan Budi Pekerti
Agama Buddha dan Budi Pekerti
Buku Guru
Tema 1 Indahnya Kebersamaan
Tema 2 Selalu Berhemat Energi
Tema 3 Peduli Terhadap Makhluk Hidup
Tema 4 Berbagai Pekerjaan
Tema 5 Pahlawanku
Tema 6 Indahnya Negriku
Tema 7 Cita citaku
Tema 8 Tempat Tinggalku
Tema 9 Makanan Sehat Bergizi
Agama Kristen dan Budi Pekerti
Agama Konghucu dan Budi Pekerti
Agama Katholik dan Budi Pekerti
Agama Islam dan Budi Pekerti
Agama hindu dan Budi Pekerti
Agama Buddha dan Budi Pekerti
Buku Siswa
Tema 1 Indahnya Kebersamaan
Tema 2 Selalu Berhentu Energi
Tema 3 Peduli Terhadap Makhluk Hidup
Tema 4 Berbagi Pekerjaan
Tema 5 Pahlawanku
Tema 6 Indahnya Negriku
Tema 7 Cita citaku
Tema 8 Tempat Tinggalku
Tema 9 Makananku Sehat Bergizi
Agama Kristen dan Budi Pekerti
Agama Konghucu dan Budi Pekerti
Agama Katolik dan Budi Pekerti
Agama Islam dan Budi Pekerti
Agama Hindu dan Budi Pekerti
Agama Buddha dan Budi Pekerti
Buku Guru
Tema 1 Indahnya Kebersamaan
Tema 2 Selalu Berhemat Energi
Tema 3 Peduli Terhadap Makhluk Hidup
Tema 4 Berbagai Pekerjaan
Tema 5 Pahlawanku
Tema 6 Indahnya Negriku
Tema 7 Cita citaku
Tema 8 Tempat Tinggalku
Tema 9 Makanan Sehat Bergizi
Agama Kristen dan Budi Pekerti
Agama Konghucu dan Budi Pekerti
Agama Katholik dan Budi Pekerti
Agama Islam dan Budi Pekerti
Agama hindu dan Budi Pekerti
Agama Buddha dan Budi Pekerti
Kembali ke :
Download Buku Tematik Kurikulum 2013 SD Kelas 1
Download Buku Tematik Kurikulum 2013 SD Kelas 1
Buku Siswa
Tema 1 Diriku
Tema 2 Kegemaranku
Tema 3 Kegiatanku
Tema 4 Keluarga
Tema 5 Pengalamanku
Tema 6 Lingkungan Bersih Sehat dan Asri
Tema 7 Benda, Hewan dan Tanaman Sekitarku
Tema 8 Peristiwa Alam
Agama Kristen dan Budi Pekerti
Agama Konghucu dan Budi Pekerti
Agama Katolik dan Budi Pekerti Pekerti
Agama Islam dan Budi Pekerti
Agama Hindu dan Budi Pekerti
Agama Buddha dan Budi Pekerti
Buku Guru
Tema 1 Diriku
Tema 2 Kegemaranku
Tema 3 Kegiatanku
Tema 4 Keluarga
Tema 5 Pengalamanku
Tema 6 Lingkungan Bersih Sehat dan Asri
Tema 7 Benda, Hewan dan Tanaman Sekitarku
Tema 8 Peristiwa Alam
Agama Kristen dan Budi Pekerti
Agama Konghucu dan Budi Pekerti
Agama Katolik dan Budi Pekerti
Agama Islam dan Budi Pekerti
Agama Hindu dan Budi Pekerti
Agama Buddha dan Budi Pekerti
Buku Siswa
Tema 1 Diriku
Tema 2 Kegemaranku
Tema 3 Kegiatanku
Tema 4 Keluarga
Tema 5 Pengalamanku
Tema 6 Lingkungan Bersih Sehat dan Asri
Tema 7 Benda, Hewan dan Tanaman Sekitarku
Tema 8 Peristiwa Alam
Agama Kristen dan Budi Pekerti
Agama Konghucu dan Budi Pekerti
Agama Katolik dan Budi Pekerti Pekerti
Agama Islam dan Budi Pekerti
Agama Hindu dan Budi Pekerti
Agama Buddha dan Budi Pekerti
Buku Guru
Tema 1 Diriku
Tema 2 Kegemaranku
Tema 3 Kegiatanku
Tema 4 Keluarga
Tema 5 Pengalamanku
Tema 6 Lingkungan Bersih Sehat dan Asri
Tema 7 Benda, Hewan dan Tanaman Sekitarku
Tema 8 Peristiwa Alam
Agama Kristen dan Budi Pekerti
Agama Konghucu dan Budi Pekerti
Agama Katolik dan Budi Pekerti
Agama Islam dan Budi Pekerti
Agama Hindu dan Budi Pekerti
Agama Buddha dan Budi Pekerti
Kembali ke :
Download Buku Tematik Kurikulum 2013 SD
Download Buku Tematik Kurikulum 2013 SD
Download Buku Tematik Kurikulum 2013 SD
Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema
untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan
pengalaman bermakna kepada peserta didik.Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan.
Buku Pelajaran Kurikulum 2013 berbentuk Buku Sekolah Elektronik (BSE) untuk siswa dan guru Sekolah Dasar (SD) kelas 1, 2, 4 dan 5. Penerbit Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2014. Pelajaran Kurikulum 2013 untuk jenjang SD menggunakan tematik integratif, buku pelajaran tidak lagi dipisahkan berdasarkan mata pelajaran melainkan dipisah berdasar tema. Buku kurikulum 2013 SD terdiri dari 2 jenis, yaitu buku siswa dan buku pegangan guru, semua buku dengan format file PDF untuk di-download.
Berikut adalah buku pelajaran tematik sesuai Kurikulum 2013 untuk SD, teman - temat dapat mendownload secara gratis Buku Tematik Kurikulum 2013 di Blog Pustaka Aslikan.
Buku Pelajaran Kurikulum 2013 berbentuk Buku Sekolah Elektronik (BSE) untuk siswa dan guru Sekolah Dasar (SD) kelas 1, 2, 4 dan 5. Penerbit Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2014. Pelajaran Kurikulum 2013 untuk jenjang SD menggunakan tematik integratif, buku pelajaran tidak lagi dipisahkan berdasarkan mata pelajaran melainkan dipisah berdasar tema. Buku kurikulum 2013 SD terdiri dari 2 jenis, yaitu buku siswa dan buku pegangan guru, semua buku dengan format file PDF untuk di-download.
Berikut adalah buku pelajaran tematik sesuai Kurikulum 2013 untuk SD, teman - temat dapat mendownload secara gratis Buku Tematik Kurikulum 2013 di Blog Pustaka Aslikan.
Download Silabus dan RPP Tematik Berkarakter SD Kelas 3
Alhamdulillah, setelah beberapa bulan blog Pustaka Aslikan tidak pernah diupdate akhirnya kali ini kami bisa berbagi dengan teman-teman semua. Melalui posting kali ini kami share link Download Silabus dan RPP Tematik Berkarakter SD Kelas 3.
File Silabus dan RPP Tematik Berkarakter SD Kelas 3 ini berisikan :
(1) SK dan KD (SKKD) Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.
(2) Pemetaan SK dan KD (SKKD) Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.
(3) Jaringan Tematik
(4) Silabus Tematik Kelas 3 SD Semester 1 dan 2
(5) RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Tematik Kelas 3 SD Semester 1 dan 2
(6) Program Semester (PROMES)
(7) Program Tahunan (PROTA)
(8) KKM Kriteria Ketuntasan Minimal.
File Silabus dan RPP Tematik Berkarakter SD Kelas 3 ini tersedia dalam format file Microsoft Office Word, jadi teman - teman bisa dengan mudah untuk mengeditnya.
File Silabus dan RPP Tematik Berkarakter SD Kelas 3 ini berisikan :
(1) SK dan KD (SKKD) Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.
(2) Pemetaan SK dan KD (SKKD) Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.
(3) Jaringan Tematik
(4) Silabus Tematik Kelas 3 SD Semester 1 dan 2
(5) RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Tematik Kelas 3 SD Semester 1 dan 2
(6) Program Semester (PROMES)
(7) Program Tahunan (PROTA)
(8) KKM Kriteria Ketuntasan Minimal.
File Silabus dan RPP Tematik Berkarakter SD Kelas 3 ini tersedia dalam format file Microsoft Office Word, jadi teman - teman bisa dengan mudah untuk mengeditnya.
Bagi teman - teman yang ingin mendownload silahkan klik link dibawah :
***Semoga Bermanfaat***
Jangan lupa tinggalkan komentar untuk saran dan kritik yang bersifat membangun,
Terima kasih...........
Jangan Terbujuk Dengan Pujian Semu
Oleh: KH. Ubaidillah Faqih
Sebagai seorang muslim –yang taat- kalimat hamdalah akan selalu terucap manakala ia mendapatkan suatu nikmat. Hamdalah –ucapan al-hamdu lillah yang berarti “segala puji hanya untuk Allah”– merupakan ungkapan rasa syukur atau rasa terima kasih seorang manusia atas karunia dan nikmat Allah SWT.
Pengucapan hamdalah merupakan manifestasi rasa syukur secara lisan, disertai ketulusan hati dan kesadaran bahwa semua nikmat yang diterima hakikatnya dari Allah SWT.
Segala puji yang dimaksud adalah,
pertama; Qadim ala al-Qadim (pujian Allah terhadap dzat-Nya sendiri) seperti kalimat dalam surat Al-Baqarah : 30, yang artinya“Sesungguhnya Aku lebih tau apa yang tidak kalian ketahui”.
Kedua, Qadim ala al-hadits (pujian Allah terhadap makhluk-Nya) sebagaimana Allah Ta’ala memuji hambaNya dalam QS. Al-Qalam : 4, “Sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar di atas budi pekerti yang luhur.”
Ketiga, Hadits ala al-Qadim (pujian makhluk kepada Allah). Sebagai umat Islam tentunya harus senantiasa melakukan pujian ini entah itu dalam ritual shalat, wirid atau dalam keadaan bagaimanapun. Semisal ucapan kita “Ya Allah.. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Menerima taubat dan Maha Penyayang.”
Keempat, Hadits ala al-hadits (pujian makhluk kepada sesama makhluk). Faktor yang mendorong seorang manusia memuji orang lain adalah karena mereka melihat kebaikan dan keistimewaan yang ada pada diri orang yang dipuji, namun adanya pujian tidaklah menunjukkan bahwa seseorang yang dipuji memang benar-benar berhak atas pujian itu.
Semua orang hampir pernah mendapat pujian. Dalam posisi ini, manusia sering terkecoh, bahwa sebenarnya pujian tersebut juga milik Allah. Seperti dikatakan pada kita “Kamu memang anak cerdas.” Sepintas, dengan logika sederhana, pujian tersebut adalah teruntuk kita. Tapi tidakkah kita sadari, siapakah yang menciptakan diri kita? Siapa pula yang meletakkan kecerdasan pada diri kita? Inilah yang disebut dengan pujian semu, karena pada dasarnya pujian tersebut mutlak milik Allah Sang Maha Pencipta.
Perlu diketahui pula bahwa sebenarnya pujian-pujian atau sanjungan yang teralamatkan kepada kita adalah sebagai pembuktian bahwa Allah SWT telah menyembunyikan aib kita dari mata manusia lain. Lalu sebagai gantinya, Allah menampakkan secuil kebaikan yang dititipkan dalam diri kita. Maka, hal yang harus dilakukan adalah koreksi diri dan selalu mengingat aib dan dosa-dosa yang telah ditutupi Allah. Akhirnya diri akan merasa malu apabila menerima pujian-pujian semu yang sebenarnya tidak menjadi hak kita. Allahummastur ‘auraatinaa…
Disarikan dari pengajian Mandzumah Hidayah al-Adzkiya’ ila Thariq al-Auliya’ karya Syaikh Zainuddin al-Malibary.
http://majalahlangitan.com/jangan-tebujuk-dengan-pujian-semu/
Sebagai seorang muslim –yang taat- kalimat hamdalah akan selalu terucap manakala ia mendapatkan suatu nikmat. Hamdalah –ucapan al-hamdu lillah yang berarti “segala puji hanya untuk Allah”– merupakan ungkapan rasa syukur atau rasa terima kasih seorang manusia atas karunia dan nikmat Allah SWT.
Pengucapan hamdalah merupakan manifestasi rasa syukur secara lisan, disertai ketulusan hati dan kesadaran bahwa semua nikmat yang diterima hakikatnya dari Allah SWT.
Segala puji yang dimaksud adalah,
pertama; Qadim ala al-Qadim (pujian Allah terhadap dzat-Nya sendiri) seperti kalimat dalam surat Al-Baqarah : 30, yang artinya“Sesungguhnya Aku lebih tau apa yang tidak kalian ketahui”.
Kedua, Qadim ala al-hadits (pujian Allah terhadap makhluk-Nya) sebagaimana Allah Ta’ala memuji hambaNya dalam QS. Al-Qalam : 4, “Sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar di atas budi pekerti yang luhur.”
Ketiga, Hadits ala al-Qadim (pujian makhluk kepada Allah). Sebagai umat Islam tentunya harus senantiasa melakukan pujian ini entah itu dalam ritual shalat, wirid atau dalam keadaan bagaimanapun. Semisal ucapan kita “Ya Allah.. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Menerima taubat dan Maha Penyayang.”
Keempat, Hadits ala al-hadits (pujian makhluk kepada sesama makhluk). Faktor yang mendorong seorang manusia memuji orang lain adalah karena mereka melihat kebaikan dan keistimewaan yang ada pada diri orang yang dipuji, namun adanya pujian tidaklah menunjukkan bahwa seseorang yang dipuji memang benar-benar berhak atas pujian itu.
Semua orang hampir pernah mendapat pujian. Dalam posisi ini, manusia sering terkecoh, bahwa sebenarnya pujian tersebut juga milik Allah. Seperti dikatakan pada kita “Kamu memang anak cerdas.” Sepintas, dengan logika sederhana, pujian tersebut adalah teruntuk kita. Tapi tidakkah kita sadari, siapakah yang menciptakan diri kita? Siapa pula yang meletakkan kecerdasan pada diri kita? Inilah yang disebut dengan pujian semu, karena pada dasarnya pujian tersebut mutlak milik Allah Sang Maha Pencipta.
Perlu diketahui pula bahwa sebenarnya pujian-pujian atau sanjungan yang teralamatkan kepada kita adalah sebagai pembuktian bahwa Allah SWT telah menyembunyikan aib kita dari mata manusia lain. Lalu sebagai gantinya, Allah menampakkan secuil kebaikan yang dititipkan dalam diri kita. Maka, hal yang harus dilakukan adalah koreksi diri dan selalu mengingat aib dan dosa-dosa yang telah ditutupi Allah. Akhirnya diri akan merasa malu apabila menerima pujian-pujian semu yang sebenarnya tidak menjadi hak kita. Allahummastur ‘auraatinaa…
Disarikan dari pengajian Mandzumah Hidayah al-Adzkiya’ ila Thariq al-Auliya’ karya Syaikh Zainuddin al-Malibary.
http://majalahlangitan.com/jangan-tebujuk-dengan-pujian-semu/
Ilmu Yang Disampaikan dan Yang Dirahasiakan
Khazanah ilmu yang disimpan oleh seseorang, dan apa apa yang diomongkannya ; menjadikan orang terbagi dalam 3 kategori;
Pertama, yang diomongkan lebih banyak dari apa yang diketahuinya. Tahu sedikit, tapi bisa bicara banyak tentang hal tersebut. Mungkin dengan cara diolah, diberi tambahan sana sini, sehingga mengesankan kepada orang lain seakan dirinya menguasai dan tahu banyak tentang suatu hal. Padahal mungkin tidak demikian. Ia cuma tahu sebagian kecil. Ini masuk dalam kategori "Si Pendusta".
Kedua, yang diomongkan yaa yang diketahuinya. Semua yang dimongkan sama dengan kadar ilmu yang dikuasainya. Ibarat, yang diketahui 10, yaa yang diomong juga 10. Tidak ada lebih atau kurang. Ini kategori "Si Bodoh".
Ketiga, yang diungkapkan jauh lebih sedikit dibanding dengan ilmu yang disimpannya. Orang begini tahu dan bisa memilah mana yang bermanfaat dan mana yang sia-sia, dan ia memilih hanya bicara yang bermanfaat saja. Orang begini tahu kapan saat tepat suatu ilmu itu diungkapkan, kepada siapa yang pas, serta bagaimana cara hingga jadi baiknya semua.Dirinya menyimpan rapat-rapat akan ilmu yang menurutnya memang harus disimpan. Dan yang disimpannya itu jauh lebih banyak. Jauh lebih banyak ketimbang yang diomong. Simpanan atau rahasia itu datangnya bisa dari Gurunya, para Wali, atau langsung dari Allah SWT. Inilah kategori "Si Alim" atau Ulama. Itulah sebabnya, jika seorang Ulama dipanggil menghadap ke Haribaan Ilahi Robbi, maka saat itu pula berkuranglah ilmu di dunia ini. Yang berkurang bukanlah yang Beliau
tulis di kitab-kitabnya.Bukan pula yang sudah didawuhkannya. Yang berkurang ialah segenap ilmu yang disimpan dalam rahasia bathinnya. Maha suci Allah - Dzat yang memberikan keistimewaan-keistimewaan kepada para hamba yang dicintai-Nya.
(Dikutip dan dituangkan secara bebas dari Dawuh Romo YAI ASRORI AL ISHAQI RA)
Robbi Fanfa'naa BiHhii Wa Bi BarkatiHhiiWa Bi 'UluumiHhii Fid-Daaroiin. Aamiiin.Al-Faatihah .... !!
sumber; status fb imam subakti pada 5 maret 2014.
Pertama, yang diomongkan lebih banyak dari apa yang diketahuinya. Tahu sedikit, tapi bisa bicara banyak tentang hal tersebut. Mungkin dengan cara diolah, diberi tambahan sana sini, sehingga mengesankan kepada orang lain seakan dirinya menguasai dan tahu banyak tentang suatu hal. Padahal mungkin tidak demikian. Ia cuma tahu sebagian kecil. Ini masuk dalam kategori "Si Pendusta".
Kedua, yang diomongkan yaa yang diketahuinya. Semua yang dimongkan sama dengan kadar ilmu yang dikuasainya. Ibarat, yang diketahui 10, yaa yang diomong juga 10. Tidak ada lebih atau kurang. Ini kategori "Si Bodoh".
Ketiga, yang diungkapkan jauh lebih sedikit dibanding dengan ilmu yang disimpannya. Orang begini tahu dan bisa memilah mana yang bermanfaat dan mana yang sia-sia, dan ia memilih hanya bicara yang bermanfaat saja. Orang begini tahu kapan saat tepat suatu ilmu itu diungkapkan, kepada siapa yang pas, serta bagaimana cara hingga jadi baiknya semua.Dirinya menyimpan rapat-rapat akan ilmu yang menurutnya memang harus disimpan. Dan yang disimpannya itu jauh lebih banyak. Jauh lebih banyak ketimbang yang diomong. Simpanan atau rahasia itu datangnya bisa dari Gurunya, para Wali, atau langsung dari Allah SWT. Inilah kategori "Si Alim" atau Ulama. Itulah sebabnya, jika seorang Ulama dipanggil menghadap ke Haribaan Ilahi Robbi, maka saat itu pula berkuranglah ilmu di dunia ini. Yang berkurang bukanlah yang Beliau
tulis di kitab-kitabnya.Bukan pula yang sudah didawuhkannya. Yang berkurang ialah segenap ilmu yang disimpan dalam rahasia bathinnya. Maha suci Allah - Dzat yang memberikan keistimewaan-keistimewaan kepada para hamba yang dicintai-Nya.
(Dikutip dan dituangkan secara bebas dari Dawuh Romo YAI ASRORI AL ISHAQI RA)
Robbi Fanfa'naa BiHhii Wa Bi BarkatiHhiiWa Bi 'UluumiHhii Fid-Daaroiin. Aamiiin.Al-Faatihah .... !!
sumber; status fb imam subakti pada 5 maret 2014.

















