Waspada Dari Hal-hal Yang Tidak Bermanfaat

Seorang muslim yang benar Islamnya, selalu berusaha hanya melakukan yang bermanfaat dan mengarah kepada Ridho-Nya, dan berhati-hati supaya tidak terjerumus ke dalam urusan yang tidak bermanfaat. Dia tidak suka mencampuri urusan orang lain yang bersifat khusus, apalagi yang hanya akan mengganggu pikirannya, seperti isu, fitnah dan sebagainya. Menjauhi hal-hal demikian merupakan tanda kekokohan seseorang dalam berpegang teguh dengan akhlak Islam yang indah. Islam memberinya motivasi untuk meninggalkan aktifitas yang hampa kosong tanpa makna, tanpa tujuan.

Rasulullah bersabda:
"Sesungguhnya setengah dari kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan (kegiatan) yang tak memberi manfaat baginya." (HR Malik, Ahmad dan Tabrani).

Dari Abu Hurairah, bersabda Nabi SAW:
"Sesungguhnya Allah ridha kepada kalian atas tiga perkara dan benci kepada kalian atas tiga perkara yang lain : Allah ridha jika kalian beribadah kepada-Nya (secara ikhlas), tidak menyekutukan-Nya dengan apapun, dan berpegang teguh dengan tali Allah dan (berketetapan) untuk tidak bercerai berai. Sedangkan Allah benci jika kalian menyukai desas-desus, terlalu banyak bertanya (tentang perkara yang semestinya tidak ditanyakan), dan menghambur-hamburkan uang." (HR Muslim).

Di dalam masyarakat rabbaniyang tegak atas islam, tidak pantas terdapat pribadi yang suka menyebarkan desas-desus, banyak membantah dan bertanya tentang hal-hal yang tidak bermanfaat. Tidak ada yang sempat mencampuri urusan-urusan orang lain, karena semua pribadi sibuk, terpusat pikirannya pada pekerjaan-pekerjaan besar dan terarah, Berjuan, mengerahkan segenap perhatian, tenaga dan pikirannya untuk menegakkan kalimat Allah yang luhur supaya tegak di muka bumi, meninggikan bendera Islam di atas persada bumi ini, serta menyebarkan nilai-nilai suci di tengah-tengah umat manusia.
Blog, Updated at: 6:57:00 AM
Pustaka Aslikan | Learning and Knowledge Sharing |. Powered by Blogger.