Mengefektifkan Pembelajaran Dengan Memotivasi Siswa

Mengefektifkan Pembelajaran Dengan Memotivasi Siswa
OLEH: Dra. MUJINAH
(Guru SMA YPPK Taruna Dharma)

a. Motivasi
Motivasi merupakan dorongan yang muncul dari dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu agar mencapai tujuan. Seseorang akan melakukan suatu perbuatan betapa pun beratnya jika ia mempunyai motivasi tinggi yang berasal dari diri sendiri atau dari luar. Demikian pula dalam belajar motivasi memegang peranan cukup besar terhadap pencapaian hasil belajar. Banyak faktor yang mempengaruhi siswa dalam belajar. Misalnya, ketertarikan pada mata pelajajaran, persepsi tentang manfaat belajar yang diperoleh, keinginan untuk berprestasi, rasa percaya diri, mencapai cita-cita.
Kemampuan dan potensi semua anak untuk belajar dan berprestasi merupakan hal penting untuk diperhatikan. Oleh karena itu memotivasi siswa agar dapat belajar dengan baik harus selalu dilakukan oleh guru.

b. Catatan Guru
Ada beberapa cara yang dapat dikembangkan oleh guru untuk memotivasi siswanya. Hal yang perlu dicatat oleh guru dalam memotivasi siswa Yaitu:
1. Membangun Hubungan Personal
Hubungan personal yang baik antara pengajar dengan siswa dapat menjadikan siswa terbuka dan mau mendengarkan apa yang kita katakan. Beberapa cara dapat ditempuh dalam membangun hubungan diantaranya:
  • Perlakukan siswa sebagai manusia sederajad; 
  • Mengetahui hal-hal yang disukai siswa, cara berpikir mereka, dan perasaan mereka mengenai segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan mereka; 
  • Mencari tahu faktor-faktor yang menghambat mereka dalam belajar.
2. Belajar dalam suasana yang menyenangkan
Suasana gembira dalam PBM akan menjadikan PBM lebih menyenagkan. Kegembiraan dapat membuat siswa siap belajar dengan lebih mudah, bahkan bisa mengubah sikap negatif siswa. Ciptakan suasana di kelas selalu menyenangkan baik di awal, ditengah, dan diakhir PBM.

3. Menggunakan Metode Pembelajaran Bervariasi
Guru hendaknya menggunakan metode mengajar yang bervarias agar mempertahankan motivasi siswa dalam PBM. Penyajian materi yang menarik dapat menimbulkan minat dan dorongan untuk belajar. Libatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran. Sebaliknya kegiatan yang monoton secara terus menerus bisa menimbulkan kebosanan sehingga motivasi dan semangat belajar menurun.

4. Kesempatan Menunjukkan Kemampuan Diri.
Berilah kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan dirinya. Misalnya, menyampaikan gagasan, pengalamannya, mempresentasikan hasil pengamatannya/ kegiatannya. Hal ini dapat menimbulkan percaya diri yang tinggi pada siswa sehingga ini sangat mempengaruhi keberhasilannya dalam belajar.

5. Memberikan penghargaan atau pujian.
Penghargaan atau pujian yang diterima membuat siswa merasa bangga, PD dan bahagia. Kemampuan siswa dapat meningkat karena adanya pengakuan dari guru atas prestasi yang diraihnya. Bukan berarti siswa yang tidak berprestasi tidak dihargai, berilah pujian dan penguatan apaun yang dicapai oleh siswa.
Pengakuan perlu diyatakan misalnya dengan pujian kata-kata: “Bagus”, “Hebat”, “Memuaskan”, “Calon Pemimpin masa depan”. Pemberian penguatan bisa disertai acungan jempol.

6. Merayakan keberhasilan
Kegiatan pembelajaran yang berhasil perlu dirayakan sendiri atau bersama untuk mengungkapkan rasa gembira. Ungkapan ini dapat dilakukan dengan bertepuk tangan, tos, melompat, bersorak dan lain-lain.

c. Pembelajaran Efektif
Proses pembelajaran Efektif berarti pembelajaran tersebut bermakna bagi siswa. Proses pemberlajaran efektif akan menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung sesua tujuan yang harus dicapai. Untuk mencapai tujuan pembelajaran, selain strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru dalam pembelajaran juga ditentukan oleh siswa. Siswa yang memiliki motivasi tinggi dalam pembelajaran akan membangkitkan minat belajar, sehingga diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.


Blog, Updated at: 1:57:00 PM

0 komentar:

Post a Comment

Pustaka Aslikan | Learning and Knowledge Sharing |. Powered by Blogger.