Tujuan Pendidikan Islam

Tujuan pendidikan yaitu sasaran yang akan dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang yang akan melaksanakan pendidikan Islam. Beberapa ahli pendidikan menjelaskan tentang tujuan pendidikan Islam, diantaranya:

Drs. Ahmad D. Marimba mengemukakan dua macam tujuan pendidikan yaitu sementara dan akhir. Tujuan sementara pendidikan islam yaitu tercapainya tingkat kedewasaan baik jasmaniah maupun rohaniah. Dewasa jasmaniah adalah apabila anak telah baligh dengan cirri-ciri : pertama, laki-laki berumur 15 tahun, perempuan berumur 9 tahun. Kedua, haid bagi perempuan. Sedangkan dewasa rohaniah apabila ia telah dapat memilih sendiri, memutuskan sendiri dan bertanggung jawab sendiri sesuai dengan nilai-nilai yang dianutnya. Adapun tujuan akhir pendidikan Islam yaitu terwujudnya kepribadian muslim. Kepribadian muslim disini adalah kepribadian yang seluruh aspek-aspeknya merealisasikan dan mencerminkan ajaran Islam.
  1. Aspek-aspek kejasmanian; meliputi tingkah laku luar yang mudah nampak dan ketahuan dari luar. Misalnya : cara-cara berbuat, cara-cara berbicara dan lain sebagainya.
  2. Aspek-aspek kejiwaan; meliputi aspek yang tidak segera dapat dilihat dan tidak ketahuan dari luar. Misalnya : cara berfikir, bersikap (pendirian atau pandangan dalam menghadapi seseorang atau suatu hal) dan minat.
  3. Aspek-aspek kerohanian yang luhur; meliputi aspek-aspek kejiwaan yang lebih abstrak yaitu filsafat hidup dan kepercayaan. Ini meliputi system dan nilai-nilai yang telah meresap di dalam kepribadian itu, yang telah menjadi bagian dan mendarah daging dalam kepribadian itu yang mengarahkan dan member corak seluruh kepribadian individu itu. Bagi orang yang beragama, aspek-aspek inilah yang menuntunnya kearah kebahagiaan di dunia dan di akhirat, aspek-aspek ini yang member kwalitet kepribadian keseluruhannya.(1)
Menurut Imam Al Ghazali tujuan pendidikan Islam adalah membina insane paripurna yang taqarub kepada Allah, bahagia di dunia dan di akhirat. Dan orang yang rajin mengikuti pendidikan akan memperoleh kelezatan ilmu yang dipelajarinya dan kelezatan ilmu pula dapat mengantarkan kepada pembentukan insane paripurna.

Prof. Dr. M. Athiyah Al Abrasyi mengemukakan tentang tujuan pendidikan Islam dalam satu kata yaitu fadhilah/ keutamaan. Kemudian dalam uraiannya yang dimaksud adalah:

Para ahli pendidikan Islam sepakat bahwa maksud dari pendidikan dan pengajaran bukanlah memenuhi otak anak didik dengan segala macam ilmu yang belum mereka ketahui, tetapi maksudnya ialah mendidik akhlaq dan jiwa mereka, menanamkan rasa fadhilah (keutamaan), membiasakan mereka dengan kesopanan yang tinggi, mempersiapkan mereka untuk suatu kehidupan yang suci seluruhnya, ikhlas dan jujur. Maka tujuan pokok dan terutama dari pola adalah mendidik budi pekerti dan pendidikan jiwa. Beliau juga mengutip pendapat Al Ghazali: “tujuan pendidikan adalah mendekatkan diri pada Allah, bukan pangkat dan bermegah-megahan dan janganlah seorang pelajar itu belajar untuk mencari pangkat, harta, menipu orang bodoh atau bermegah-megahan dengan kawan”.(2)

Dr. Oemar Al Taumy menyatakan sebagai berikut: “Tentang tujuan-tujuan individual yang ingin dicapai oleh PI, maka pada keseluruhannya berkisar pada pembinaan pribadi muslim yang berpadu pada perkembangan dari segi spiritual, jasmani, emosi, intelektual dan social. Atau dengan lebih jelas lagi, ia berkisar padakeseluruhannya pada pembinaan warga Negara muslim yang baik, yang percaya kepada Tuhan dan agama-Nya, sehat jasmani berimbang dalam motivasi-motivasi, emosi dan keinginan-keinginannya, sesuai dengan dirinya dan orang lain, bersenjatakan ilmu pengetahuan, memiliki alat-alatnya yang asasi, luas pengetahuan dan sadar akan masalah-masalah masyarakat bangsa dan zamannya, halus perasaan seninya dan sanggup merasakan keindahan dalam segala bentuk dan coraknya, menggunakan masa luangnya dengan kebijakan dan berfaedah, mengetahui hak dan kewajibannya, memikul tanggung jawab terhadap diri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan seluruhnya dengan kesadaran, dengan keikhlasan dan kebolehan, menghargai kepentingan kehidupan keluarga secara khas dan bersedia memikul tanggung jawab yang berkorban untuk meneguhkan dan memperkuatnya”.(3)

Abdul Fathah Jalal dalm bukunya yang berjudul Min Usulit Tarbiyati Fil Islam yang dialih bahasakan oleh Drs. Herry Noer Ali menyatakan tujuan PI yaitu menjadikan manusia sebagai abdi Allah atau hamba Allah SWT yang senantiasa mengagungkan dan membesarkan asma Allah SWT dengan meneladani Rasulullah SAW, menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, suka mempelajari segala yang bermanfaat baginya dalam merealisasikan tujuan yang telah digariskan oleh Allah SWT.

Drs. Udin Syarifuddin Winataputra MA dan Drs. Rustana Ardiwinata, menyatakan bahwa tujuan pendidikan itu identik dengan tujuan hidup manusia. Dalam memperkuat pendapatnya mereka berpedoman pada Firman Allah:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

Artinya: “ Dan aku (Allah) tidak menjadikan jin dan manusia melainkan untuk menyembah Aku”. (Adz-Dzariyat : 57)

Mereka juga menyitir pendapat M. Naatsir yang mengatakan: “ Menyembah Allah itu melengkapi semua ketaatan dan ketundukan kepada semua perintah Ilahi , yang membawa kepada kebesaran dunia dan kemenangan akhirat. Akan menjadi orang yang memperhambakan segenap rohani dan jasmaninya kepada Allah untuk kemenangan dirinya dalam arti yang seluas-luasnya yang dapat dicapai oleh manusia. Itulah tujuan hidup manusia di atas dunia. Dan itulah didikan yang harus kita berikan kepada anak-anak kita kaum muslimin.

Memperhambakan diri kepada Allah untuk mencari keridhaan Ilahi merupakan tujuan umum dari risalah. Dengan demikian hal itupun merupakan tujuan umum yang hendak dicapai oleh PI. Tujuan itu dapat dijabarkan ke dalam tiga aspek:

1. Menyempurnakan hubungan manusia dengan khaliqnya. Semakin dekan dan terpelihara hubungan ini akan semakin tumbuh dan berkembang keimanan seseorang dan semakin terbuka pulalah kesadaran akan penerimaan rasa ketaatan dan ketundukan kepada segala perintah dan larangan-Nya, sehingga dengan demikian peluang untuk memperoleh kejayaan semakin menjadi terbuka.

2. Menyempurnakan hubungan manusia dengan sesamanya memelihara, memperbaiki, dan meningkatkan hubungan antara manusia dan lingkungan merupakan upaya manusia yang senantiasa dikembangkan terus. Disinilah terjadi interaksi antara sesame manusia, baik dengan muslim maupun bukan, sehingga tampak citra Islam dalam masyarakat yang ditunjukkan oleh tingkah laku pemiliknya.

3. Mewujudkan keseimbangan, keselarasan dan keserasian antara kedua hubungan itu dan mengaktifkan kedua – duanya sejalan dan berjalin dalam diri pribadi. Ini berarti upaya yang berarti terus menerus untuk mengenal dan memperbaiki diri. Upaya mengenal, memperbaiki diri mengaktualisasikan kedua aspek tersebut di atas secara rinci seimbang dan selaras dalam bentuk tindakan dan kegiatan sehari – hari member petunjuk atas sejauh manakah tingkat hambah Allah itu tetap dicapai seseorang.

Perwujudan ketiga aspek tujuan tersebut dalam diri seseorang hanya dimungkinkan dengan penguasaan ilmu. Tanpa ilmu berarti seseorang itu belum siap atau belum patut untuk menyandang gelar hambah Allah. Ilmu disini meliputi segalah dan seluruh ilmu pengetahuan dapat dicapai oleh manusia. Islam tidak memilah – milahkan dan memisahkan antara ilmu pengetahuan umum dan ilmu pengetahuan agama. (4)

Kongres PI sedunia di Islamabad tahun 1980 menetapkan sebagai berikut ;
Education should aim at the balanced growth of total personality of man thought the training of man screwdriver spirit, intellect the rational self, feeling and bodily sense. Education should there fore cater for the growth of man in all its aspect, spiritual, intellectual, imaginative, physical, scientific, linguistic, both individually and collectively, and motivate all these aspects toward goodness and attainment perfection. The ultimate aim of education lies in the realization of complete submission to Allah on the level of individual, the community aqnd humanity at large.

Keputusan seminar pendidikan Islam se Indonesia tanggal 7 – 11 Mei 1960 di Cipayung Bogor, menetapkan sebagai berikut :
Tujuan pendidikan Islam adalah menanamkan taqwa dan akhlak serta menegakkan kebenaran dalam rangka membentuk manusia berpribadi dan berbudi luhur menurut ajaran Islam.(5)

Prof. H. M. Arifin M.Fd. menyatakan bahwa, tujuan pendidikan Islam adalah merealisasikan manusia muslim yang beriman dan bertaqwa serta berilmu pengetahuan yang mampu mengabdikan dirinya kepada khaliqnya dengan sikap dan kepribadian bulan yang merujuk kepada penyerahan diri kepada-Nya dalam segala aspek kehidupan, duniawiah dan ukhrawiah. Atau mewujudkan manusia yang berkepribadian muslim yang bulat lahiriah dan batiniah yang mampu mengapdikan segala amal perbuatannya untuk mencari keridhaan Allah SWT. (6) 

Berdasarkan beberapa rumusan tujuan pendidikan Islam tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan Islam adalah : “membentuk manusia muslim sempurna yakni berkepribadian mulia, sehat jasmani dan rahani, cerdas dan pandai, bertaqwa kepada Allag SWT”.

---------------------------------
(1) Drs. A.D. Marimba, Pengantar Filsafat Pendidikan Islam, PT. Alma'arif, Bandung, 1980, hal : 6
(2) Prof. Dr. Athiyah Al Abrasyi, Dasar-dasar Pokok PI, Bulan Bintang, Jakarta, 1970
(3) Drs. Muhammad Zain, Materi Filsafat pendidikan Islam, Yogyakarta, 1985, hal : 18-19
(4) Drs. Udin Sarifudin Wirnaputra, MA dan Rustana Andiwinata, Materi Pokok Perencanaan Pengajaran, ditjen bimbingan agama Islam & UT, 1991, hal : 120-121
(5) Prof. H. M. Arifin M.Ed, Ilmu Pendidikan Islam, Bumi Aksara, Jakarta, 1991, hal ; 38-39
(6) Ibid, hal ; 237

--------------------------------------------------------------------------------
Sumber : Diktat "Ilmu Pendidikan Islam" Oleh : ST. Suwaibatul Aslamiyah, S.Ag
Universitas Islam Lamongan


Blog, Updated at: 4:31:00 PM

0 komentar:

Post a Comment

Pustaka Aslikan | Learning and Knowledge Sharing |. Powered by Blogger.