Persepsi Siswa Terhadap Guru Pendidikan Agama Islam Yang Ideal

Skripsi : "Persepsi Siswa Terhadap Guru Pendidikan Agama Islam Yang Ideal"

Latar Belakang

Guru merupakan salah satu penentu keberhasilan dalam pendidikan. Untuk itu setiap adanya inovasi pendidikan, khususnya dalam kurikulum dan peningkatan sumber daya manusia yang dihasilkan dari upaya pendidikan harus bermuara pada guru. Hal ini menunjukkan bahwa betapa eksistensinya peran guru dalam dunia pendidikan. Menurut Zakiyah Daradjat dalam bukunya Ilmu Pendidikan mengemukakan bahwa guru adalah Pendidik yang profesional karena secara eksplisit ia telah merelakan dirinya untuk menerima dan memikul sebagian tanggung jawab pendidikan yang terpikul di pundak orang tua”
Dan di negara-negara timur sejak zaman dahulu kala guru dihormati oleh masyarakat. Di Jepang, guru disebut senshei artinya yang lebih dahulu lahir. Di India menganggap guru sebagai orang suci dan sakti. Di Inggris guru itu dikatakan teacher dan di Jerman 揹er lehrer_ keduanya berarti pengajar, melainkan juga pendidik baik di dalam maupun di luar sekolah. Guru atau pendidik kedua istilah tersebut bersesuaian arti bedanya yaitu guru biasanya dipakai di lingkungan formal saja, sedangkan pendidik di pakai di lingkungan formal, informal maupun non formal.[1]
Dalam lembaga-lembaga pendidikan Islam di Indonesia guru disebut ustadz yang berasal dari bahasa Arab yang berarti guru atau guru besar. Sebutan ustadz biasa dipakai di lingkungan pendidikan Islam formal yang sistem pendidikannya diselenggarakan di madrasah. Ustadz yang berarti guru besar hanya dipakai di kalangan perguruan tinggi atau Universitas Islam saja. Sedangkan kyai berasal dari bahasa Jawa yang dalam kehidupan sehari-hari digunakan untuk gelar barang yang keramat, gelar kehormatan untuk orang-orang tua pada umumnya dan gelar yang dimiliki oleh seorang ahli agama Islam yang memiliki pesantren dan mengajar kitab-kitab klasik pada santrinya.
Data dipahami bahwa siapapun dapat menjadi pendidik agama Islam asalkan ia memiliki pengetahuan (kemampuan) lebih mampu mengimplisitkan nilai relevan (dalam pengetahuannya itu). Guru merupakan suatu profesi yang bukan sekedar pekerjaan atau vocation, melainkan suatu vokasi khusus yang mempunyai ciri-ciri diantaranya yaitu: keahlian (expertise), tanggung jawab (responsibility), dan rasa kesejawatan yaitu (corporateness), selain itu guru juga mempunyai kecakapan dan pengetahuan dasar yang harus dimiliki sebagaiamana disampaikan oleh Winarno Surachmad sebagai berikut:
  1. Guru harus mengenal murid yang dipercayakan kepadanya
  2. Guru harus memiliki kecakapan memberi bimbingan
  3. Guru harus memiliki dasar pengetahuan yang jelas tentang tujuan pendidikan di Indonesia pada umumnya sesuai dengan tahap-tahap pembangunan
  4. Guru harus memiliki pengetahuan yang bulat dan baru mengenal ilmu yang diajarkan (Surachmad, 1982:61)
Untuk itu seorang guru harus memenuhi berbagai persyaratan baik secara fisik, psikis, mental, moral maupun intelektual yang secara ideal supaya kelak mampu menunaikan tugasnya dengan baik. Sehingga guru sebagai pendidik dan pengajar mempunyai peranan dan tanggung jawab dalam membentuk pribadi siswanya terutama dalam pendidikan yang diarahkan agar setiap siswanya menjadi manusia yang beriman, berilmu, berakhlak mulia serta mampu membangun dirinya dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa.
Sebagaimana yang tercantum dalam tujuan Pendidikan Nasional secara garis besar Pendidikan Nasional diarahkan pada penggalian dan pengembangan sumber daya manusia secara optimal dengan tujuan mempersiapkan generasi penerus dalam menghadapi tantangan masa depan, demi suksesnya pembangunan guru yang profesional akan selalu menjadi motivator dalam PBM yaitu dengan cara memberikan rangsangan dan dorongan serta dapat mendinamisasikan potensi siswa dalam menumbuhkan aktifitas mentalnya, sehingga akan terjadi dinamika dalam PBM.
Dengan demikian seorang guru yang ideal mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan karena menyangkut esensi pekerjaan yang membutuhkan kemahiran untuk mewujudkan guru yang ideal (termasuk guru agama), yang dapat mengambil tuntunan nabi Muhammad SAW karena beliau adalah satu-satunya pendidik yang paling berhasil dalam rentang waktu yang relatif singkat, sehingga dapat diharapkan dapat mendekatkan realitas (guru) dengan yang ideal (Nabi Muhammad SAW). Sehingga hal ini dijadikan patokan untuk menjadikan permasalahan yang berkembang akhir-akhir ini dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan ke arah yang lebih baik terutama seorang guru yang dijadikan pedoman bagi siswa-siswinya.

-----------------------------------------
[1] Drs, Hj. Nuruhbiyati, Ilmu Pendidikan Islam, CV. Pustaka Setia, Bandung, 1998, Hal. 69

Untuk mendapatkan file lengkap Skripsi :
"Persepsi Siswa Terhadap Guru Pendidikan Agama Islam Yang Ideal"
silahkan klik DI SINI...!!!


Blog, Updated at: 5:29:00 PM

1 komentar:

Pustaka Aslikan | Learning and Knowledge Sharing |. Powered by Blogger.