Hindari Mengeluh..!!! Manusia dan Medsos Bukan Tempat Mengeluh, Lalu Kepada Siapa Kita Mengeluh...???

Kita semua pasti pernah mempunyai masalah dalam kehidupan. Ada kalanya kita merasakan bahagia dan senang, ada kalanya kita merasakan sedih dan pilu. Hal ini adalah sunnatullah.

Hikmah Sholat

Shalat sebagai Rukun Islam ke dua sarat dengan makna dan hikmah yang terkait dengan aktivitas keseharian dalam kehidupan. Diantara hikmah shalat yaitu:

BERKAH MAULID NABI MUHAMMAD SAW

Kita memperingati kelahiran Nabi, kita akan mendapatkan empat perkara.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

"SELAMAT DATANG DI BLOG PUSTAKA ASLIKAN, SEMOGA BERMANFAAT"

3 Hal Penyebab Celaka

Dari Ibrahim An-Nakha’I ra. :

ﺍِﻧَّﻤَﺎ ﻫَﻠَﻚَ ﻣَﻦْ ﻫَﻠَﻚَ ﻗَﺒْﻠَﻜُﻢْﺑِﺜَﻼَﺙِ ﺧِﺼَﺎﻝٍ : ﺑِﻔُﻀُﻮْﻝِﺍْﻟﻜَﻼَﻡِ ، ﻭَﻓُﻀُﻮْﻝِ ﺍﻟﻄَّﻌَﺎﻡِ ،ﻭَﻓُﻀُﻮْﻝِ ﺍْﻟﻤَﻨَﺎﻡِ .

“sesungguhnya orang-orang sebelum kamu itu celaka hanya lantaran tiga perkara, yaitu kelewat banyak bicara, kelewat banyak makan dan kelewat banyak tidur.”

Syarah :

Bicara dianggap kelewat batas, jika membicarakan sesuatu yang tidak menyangkut kebaikan agama maupn dunia. Berlebihan dalam makan, yaitu memakan makanan yang tidak mengakibatkan beribadah kepada Allah. Berlebihan dalam tidur, yaitu setelah tidur tidak dipergunakan untuk beribadah.

(Nashoihul ‘Ibad)

6 Tipu Daya yang Paling Berbahaya

Menurut Yahya bin Mu'adz, ada 6 hal yang termasuk tipuan paling berbahaya.

1. Mengharapkan ampunan dari Allah tapi terus menerus melakukan dosa tanpa penyesalan.
2. Merasa dekat dengan Allah tapi tidak melakukan ketaatan.
3. Mengharap kesenangan surga dengan menyebarkan benih neraka.
4. Mencari istana orang orang yang taat tetapi selalu berbuat maksiat.

yakni ingin masuk surga tanpa berusaha menelusuri jalan ke arah sana, bahkan berani melakukan perbuatan yang bertentangan dengan perintah Allah. Dalam hal ini tidak mungkin ia mampu mendapatinya, sebab imbalan yang diperoleh seseorang adalah sesuai dengan amal perbuatannya.

Allah berfirman: "sungguh kamu akan dibalas sesuai dengan apa yang kamu perbuat." (Q.S. Ath-Tuur).

5. Menanti pahala tetapi tidak mau
beramal sholeh.
6. Mendambakan kasih sayang Allah
tetapi selalu melanggar ketentuan-
Nya.

Ia mengharapkan rahmat Allah, padahal perbuatrannya melampaui batas dengan melanggar ketentuan2-Nya, ia tidak mungkin berhasil mendapatkannya, sebagaimana sindiran seorang penyair yang didendangkan dalam Bahar Basith:

"Dia mengharap keselamatan,
namun dia tidak menempuh jalan keselamatan,
Sungguh, perahu pun tidak bisa berlayar di atas daratan."

Waspada Dari Hal-hal Yang Tidak Bermanfaat

Seorang muslim yang benar Islamnya, selalu berusaha hanya melakukan yang bermanfaat dan mengarah kepada Ridho-Nya, dan berhati-hati supaya tidak terjerumus ke dalam urusan yang tidak bermanfaat. Dia tidak suka mencampuri urusan orang lain yang bersifat khusus, apalagi yang hanya akan mengganggu pikirannya, seperti isu, fitnah dan sebagainya. Menjauhi hal-hal demikian merupakan tanda kekokohan seseorang dalam berpegang teguh dengan akhlak Islam yang indah. Islam memberinya motivasi untuk meninggalkan aktifitas yang hampa kosong tanpa makna, tanpa tujuan.

Rasulullah bersabda:
"Sesungguhnya setengah dari kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan (kegiatan) yang tak memberi manfaat baginya." (HR Malik, Ahmad dan Tabrani).

Dari Abu Hurairah, bersabda Nabi SAW:
"Sesungguhnya Allah ridha kepada kalian atas tiga perkara dan benci kepada kalian atas tiga perkara yang lain : Allah ridha jika kalian beribadah kepada-Nya (secara ikhlas), tidak menyekutukan-Nya dengan apapun, dan berpegang teguh dengan tali Allah dan (berketetapan) untuk tidak bercerai berai. Sedangkan Allah benci jika kalian menyukai desas-desus, terlalu banyak bertanya (tentang perkara yang semestinya tidak ditanyakan), dan menghambur-hamburkan uang." (HR Muslim).

Di dalam masyarakat rabbaniyang tegak atas islam, tidak pantas terdapat pribadi yang suka menyebarkan desas-desus, banyak membantah dan bertanya tentang hal-hal yang tidak bermanfaat. Tidak ada yang sempat mencampuri urusan-urusan orang lain, karena semua pribadi sibuk, terpusat pikirannya pada pekerjaan-pekerjaan besar dan terarah, Berjuan, mengerahkan segenap perhatian, tenaga dan pikirannya untuk menegakkan kalimat Allah yang luhur supaya tegak di muka bumi, meninggikan bendera Islam di atas persada bumi ini, serta menyebarkan nilai-nilai suci di tengah-tengah umat manusia.

ALASAN ISLAM MELARANG PRIA MEMAKAI EMAS

Tentu kalian pernah mendengar kalau umat islam melarang kaum pria memakai emas.mungkin diantara kalian bertanya-tanya kenapa islam melarang ya, padahal kan bukan barang haram. Kalo haram tentu wanita juga dilarang memakai emas. Ternyata bukan karena takut kaum wanita tersaingi tapi karena ada alasan lain yang baru bisa dibuktikan pada abad ke 20. Berikut hadis nya.

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang kaum laki-laki memakai cincin emas [Al-Bukhari dan Muslim]

masing-masing dari Al-Bara' bin Azib Radhiyallahu 'anhu, bahwa ketika Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam melihat seorang laki-laki memakai cincin emas di tangannya, maka beliau memintanya supaya mencopot cincinnya, kemudian melemparkannya ke tanah. Hadits ini diriwayatkan oleh imam al bukhori dan imam muslim.

Ternyata diabad ke 20 Para ahli fisika telah menyelidiki hal ini dan kemudian menyimpulkan bahwa atom pada emas mampu menembus ke dalam kulit dan masuk ke dalam darah manusia, dan jika kita (pria) mengenakan emas dalam jumlah tertentu dan dalam jangka waktu yang lama, maka dampak yang ditimbulkan yaitu di dalam darah dan urine akan mengandung atom emas dalam kadar yang melebihi batas (dikenal dengan sebutan migrasi emas). Dan apabila ini terjadi dalam jangka waktu yang lama, maka akan mengakibatkan penyakit Alzheimer.

Sebab jika tidak di buang maka dalam jangka waktu yang lama atom emas dalam darah ini akan sampai ke otak dan memicu penyakit alzheimer.

Alzheimer adalah suatu penyakit dimana orang tersebut kehilangan semua kemampuan mental dan fisik serta menyebabkan kembali seperti anak kecil. Alzheimer bukan penuaan normal, tetapi merupakan penuaan paksaan atau terpaksa. Salah seorang yang terkena penyakit alzheimer adalah charles bronson, ralph waldo emerson dan sugar ray robinson.

Dan mengapa Islam membolehkan wanita untuk mengenakan emas ?

"Wanita tidak menderita masalah ini karena setiap bulan, partikel berbahaya tersebut keluar dari tubuh wanita melalui menstruasi." itulah sebabnya Islam mengharamkan pria memakai emas dan membolehkan wanita memakai perhiasan emas.

Itulah alasan agama islam melarang pria memakai emas,ternyata hal ini telah diketahui rasulullah muhammad shallallahu alaihi wasallam 1400 tahun yang lalu. Padahal beliau tidak pernah belajar ilmu fisika dan tidak paham tentang fisika. Allahu akbar.

Subhanallah

Semoga lewat Tulisan ini kita khususnya sebagai seorang muslim dapat mengambil hikmah dari larangan ini dan diteguhkan Iman kita agar tetap taat menjalan Perintah dan menjauhi larangan dari Allah swt. yang telah disampaikan melalui Al-Qur'an Dan Al-hadist. Aamiin..


sumber; status fb ustadz yusuf mansyur

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=555476664508038&id=157485294307179&refid=17&ref=stream

Wujudkan Keluarga Bahagia Dunia Akhirat

Wujudkan Keluarga Bahagia Dunia
Akhirat

Keluarga, bagian terkecil dari
masyarakat, tetapi sangat
mempengaruhi kualitas masyarakat.
Pemerintah sejak tahun 1994,
tepatnya tanggal 29 Juni,
memperingati hari keluarga secara
nasional. Tujuannya mengajak
seluruh keluarga Indonesia agar
melakukan introspeksi dan berbenah
diri untuk meningkatkan kualitasnya,
sehingga tercipta keluarga bahagia
dan sejahtera.

Bagaimana pandangan Islam dalam
membentuk keluarga bahagia?

Tujuan Keluarga

Pembinaan keluarga dimulai dari
tujuan pernikahan, yaitu ketenangan
dan kebahagiaan. “Dan di antara
tanda-tanda kebesaran-Nya ialah ia
menciptakan pasangan-pasangan
untukmu dari jenismu sendiri, agar
kamu cenderung dan merasa
tenteram kepadanya, dan Dia
menjadikan di antaramu rasa kasih
(mawaddah) dan sayang (rahmah).
Sungguh pada yang demikian itu
benar-benar terdapat tanda-tanda
(kebesaran Allah) bagi kamu yang
berfikir.” (QS Ar Rum: 30: 21).

Dengan mawaddah, yaitu kasih
sayang untuk memenuhi syahwat,
suami isteri akan melahirkan dan
mengembangkan keturunan
manusia.Selanjutnya timbul rahmah,
yaitu rasa kasih sayang murni yang
tumbuh dari jiwa yang paling dalam.
Sehingga suami isteri merasakan
kebahagiaan yang tidak bertepi dan
ketenangan yang tidak berbatas, dan
mereka ingin mengisi hari-hari
dengan beribadah dan mendekatkan
diri kepada Allah.

Suami isteri gemar bermusyawarah
karena saling menghormati,
memahami keperluan dan kehendak
masing-masing, dan mencari solusi
tanpa mengorbankan salah satunya.
Amanah pernikahan adalah
membentuk pribadi yang baik agar
dapat membina keluarga yang baik.
Amanah ini akan mendidik suami
isteri lebih bertakwa.

Doa pernikahan: barakallahulaka
(semoga diberi keberkahan Allah
dalam kondisi bahagia), wa
baroka’alaika (semoga diberi
keberkahan Allah dalam kondisi
susah, misalnya ketika sakit diliputi
keberkahan Allah berupa kesabaran
dan kesembuhan), wajama’a
bainakuma fii khoir (semoga Allah
mempersatukan dalam kebaikan).

Kunci Keluarga Bahagia

Suami isteri harus memberikan
perhatian yang tinggi terhadap
keluarga, agar mampu
menghantarkan kesuksesan dunia
akhirat kepada semua anggota
keluarganya. Keluarga muslim
berorientasi ukhrawi, karena
memiliki target meraih surga dan
ridho Allah meskipun dalam
musibah. Sehingga makna bahagia
bagi keluarga muslim adalah
manakala mereka sedang
beraktivitas bersama dalam rangkan
menggapai ridho Allah Swt.

Kebahagiaan keluarga tidak diukur
dari segi material, tapi sejauh mana
ketaatan keluarga kepada Allah.
Kehidupan yang mementingkan
materi, hiburan dan kebebasan
sosial tanpa terikat rambu-rambu
syariah dalam berumah tangga justru
akan menimbulkan masalah dalam
rumah tangga. Walau bukan berarti
keluarga muslim tak perlu memiliki
sarana-sarana fisik yang baik.
Diriwayatkan bahwa Nabi Saw.
bersabda: “Termasuk di antara
kebahagiaan seseorang adalah
memiliki rumah yang baik,
kendaraan yang baik, dan istri yang
baik atau shalehah”.

Setiap anggota keluarga mengetahui
cinta sejati. Cinta tertinggi setiap
mukmin adalah kepada Allah, Rasul
dan jihad di jalan-Nya. Setelah itu,
baru cinta kepada orang tua, suami,
istri, anak, saudara seiman dan lain-
lain. Firman Allah, “Katakanlah, jika
bapak-bapak, anak-anak, saudara-
saudara, istri-istri, kaum kerabat,
harta benda yang kalian miliki, dan
perniagaan yang kalian khawatiri
kerugiannya, itu lebih kalian cintai
dari pada Allah, Rasul dan berjihad
di jalan-Nya, maka tunggulah hingga
Allah mendatangkan keputusan-Nya.
Dan Allah tidak memberi petunjuk
kepada orang-orang yang
zalim” (Qs. At-Taubah 24).

Keshalihan dan kedekatan
seseorang kepada Allah SWT akan
mempengaruhi besarnya cinta suami
istri. Jika Allah telah mencintai kita,
maka kita akan dicintai segenap
makhluk dengan ijin-Nya. Kadar
cinta suami istri tergantung dengan
kualitas ibadah dan keimanan
pasangannya. Cinta yang tidak
dibangun di atas pondasi
mahabatullah, hanya akan
menjerumuskan ke dasar jurang
kelalaian dan kenistaan.

Rasul SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah memiliki hak
atas dirimu yang harus engkau
tunaikan, dirimu memiliki hak yang
harus engkau tunaikan, dan
keluargamu memiliki hak atas
dirimu yang harus engkau tunaikan.
Maka tunaikanlah hak-hak masing-
masing dari semua itu.” (HR.
Bukhari).

Tips Keluarga Bahagia

Jadikan rumah tangga sebagai
markas pengkaderan generasi akan
datang. Suami menghidupkan
semangat memahami agama,
sehingga isteri-anak semakin cinta
kepada agama, Allah dan rasul-Nya.
Cinta inilah yang akan
menghidupkan cahaya hati anggota
keluarga, sehingga perbuatannya
sesuai syariat Allah SWT.

Saling memberikan nasehat dalam
kebenaran dan kesabaran, pujian,
perhatian, hadiah, dan do’a.
Tumbuhkan sikap percaya diri yang
tumbuh dari iman kepada Allah,
kasih sayang, kemesraan dan saling
menghormati antar anggota keluarga
dalam suasana tauhid. Orangtua
menjadi pendengar yang bijak dari
curahan hati anak-anak.Orangtua
bersikap terbuka dalam menerima
kritikan anak.

Berkomunikasilah antar anggota
keluarga dengan lembut dan
mengutamakan musyawarah dalam
amar ma’ruf nahi munkar.
Komunikasi bisa berbentuk lisan
atau bukan lisan (tingkah laku,
mimik muka, tulisan, gerakan
anggota badan dan penampilan
anggota keluarga). Komunikasi
dalam keluarga akan senantiasa
terpelihara selama komunikasi
dengan Allah pun tetap terjaga.

Ucapkanlah salam setiap keluar dan
masuk rumah. Berkatalah dengan
ucapan yang thoyyibah (baik),
karena menjadi teladan bagi anak.
Hindari pertengkaran antara suami
isteri di hadapan anak-anak, karena
bisa merusak jiwa mereka.

Berlaku adillah dalam melayani
anak-anak supaya terhindar
perasaan dengki, iri hati dan
dendam. Anak-anak yang lebih kecil
menghormati kakaknya. Kakak harus
menolong adik. Tanamkan sikap ini
pada anak, sehingga tidak ada
permusuhan dalam keluarga dan
mereka saling menyayangi.

Berikan teladan kepada anak, bukan
celaan dan kekerasan. Berikan
sikap terbaik, karena bagaimana
sikap kita terhadap anak, begitu
pulalah mereka akan bersikap
kepada kita.

Wahai isteri, berterima kasihlah atas
kebaikan suami, dengan senyuman
manis, atau kata-kata cinta, atau
maafkan kesalahan dan
kekurangannya. Rasul bersabda,
“Allah tidak akan melihat kepada
istri yang tidak tahu bersyukur
kepada suaminya dan ia tidak
merasa cukup darinya”. Nabi Saw
bersabda: “Wahai sekalian wanita
bersedekahlah karena aku melihat
mayoritas penduduk neraka adalah
kalian." Maka mereka berkata: “Ya
Rasulullah kenapa demikian?” Beliau
menjawab: “Karena kalian banyak
melaknat dan mengkufuri kebaikan
suami”.

Pergaulilah keluarga suami dan
kerabat-kerabatnya dengan baik.
Simpanlah rahasia keluarga dan
tutupilah kekurangan (aib)
suaminya. Empatilah terhadap duka
cita dan kesedihan suaminya.

Bersikaplah qana’ah, ridha dengan
apa yang diberikan suami untuknya,
baik sedikit ataupun banyak. Ia tidak
menuntut di luar kesanggupan
suaminya atau meminta sesuatu
yang tidak perlu.

Didiklah anggota keluarga hidup
sederhana, sehingga tidak boros
dalam makanan, minuman, pakaian,
perabot rumah tangga dan
sebagainya. Firman Allah SWT,
“Makan dan minumlah dan janganlah
berlebih-lebihan, sesungguhnya
Allah tidak menyukai orang-orang
yang berlebih-lebihan” (QS al-
A’raf : 31).

Kenali dan pahami suami, sehingga
tahu apa yang disukai suami dan
penuhilah, juga tahu apa yang
dibenci suami dan jauhilah. Dengan
syarat tidak dalam perkara maksiat
kepada Allah, karena tidak ada
ketaatan kepada makhluk dalam
bermaksiat kepada Al Khaliq.

Keluarga Pejuang Islam

Suami isteri menyadari bahwa
rumah tangga muslim adalah salah
satu agenda gerakan Islam.
Kehidupan rumah tangga dengan
seluruh problemnya tidak boleh
menghentikan semangat membela
Islam. Suami isteri harus saling
menguatkan, saling mengingatkan,
saling membantu menyalakan api
perjuangan. Isteri memberi
dorongan agar suami semakin
berada di garis depan barisan
pejuang. Tempalah seluruh anggota
keluarga menjadi para pejuang
Islam. Keluarga yang bahagia adalah
keluarga penegak agama Allah SWT
yang senantiasa berdoa:
Dan oran-orang yang berkata: "Ya
Tuhan kami, anugerahkanlah kepada
kami isteri-isteri kami dan
keturunan kami sebagai penyenang
hati (Kami), dan jadikanlah kami
imam bagi orang-orang yang
bertakwa. (QS. Al Furqan 74).

Wallahua’lam!

[Ummu Hafizh]

sumber; www.suara-islam.com

3 Kafarat, 3 Derajat, 3 Penyelamat, dan 3 Muhlikat

3 KAFARAT, 3 DERAJAT, 3 PENYELAMAT, DAN 3 MUHLIKAT

Anas bin Malik r.a menuturkan, bahwa Baginda Rasulullah SAW pernah bersabda, " Ada tiga kafarat, tiga derajat, tiga penyelamat dan tiga muhlikat diantaranya :

3 KAFARAT (PENEBUS DOSA) adalah :

1. Menyempurnakan wudhu pada saat cuaca amat dingin,
2. Menunggu waktu-waktu sholat,
3. Dan melangkahkan kaki ke masjid untuk sholat berjama'ah.

3 DERAJAT adalah :

1. Memberi makan (orang lemah dan lapar),
2. Menebarkan salam,
3. Dan mendirikan sholat malam saat kebanyakan manusia tidur terlelap.

3 PENYELAMAT (MUNJIYAT) adalah :

1. Berlaku adil dalam keadaan marah ataupun ridha,
2. Bersika wajar dalam keadaan kaya ataupun fakir,
3. Serta takut kepada ALLAH SWT dalam keadaan sepi maupun ramai.

3 MUHLIKAT (PENGHANCUR) adalah :

1. Sifat kikir yang di taati,
2. Hawa nafsu yang diikuti,
3. Dan takjub terhadap diri sendiri.

(Al-Bazzar, Musnad Al Bazzar, 11/290)

SUBHANALLAH...

Semoga ALLAH senantiasa membimbing kita agar tetap istiqomah dalam melakukan kebaikan dan memberikan kelapangan hati kita untuk menjadikan kita pribadi yang luar biasa.
Aamiinn....Aamiin ya Rabbal'alamin.

Sumber; status fb ustadz yusuf mansyur, update hari rabu, 09 okt 2013 (19.27)

Dimana Posisimu...???

Orang-orang bijak pernah berpesan,

ما هلك عمرأ عرف قدر نفسه

"tak akan celaka orang yang kenal harkat dirinya"

Telah banyak orang binasa karena terlalu tinggi memasang harga diatas realita dirinya. Banyak yang lenyap dari peredaran karena terlalu murah menghargai dirinya dengan alasan tawadhu' atau perasaan tidak mampu dan tidak punya apa - apa. Selebihnya adalah jenis orang yang berjalan dalam tidur atau tidur sambil berjalan. Tepatnya pengigau berat. Ia tidak pernah bisa menyadari dimana posisinya, apa yang terjadi disekitarnya dan apa bahaya yang mengancam umatnya.
Marilah berjabat tangan, ayunkan langkah dengan yakin dan lengkapi kekurangan diri dengan kelebihan saudara atau sebaliknya menopang kelemahan mereka dengan kekuatan diri yang Allah amanahkan.
Banyak orang bingung mencari lahan kerja dan lahan kerja dakwah tak pernah tutup.
Dimana posisimu? Mungkin beberapa kalangan akan keberatan bila ku katakan engkau telah menyulam halaman dakwah di negeri ini dengan benang emas dan menyemaikan benih - benih berkah di lahan tandus, sehingga berubah menjadi ladang - ladang subur masa depan. Pohon keadilan, buah kemakmuran, bunga kesetaraan, ranah kesetiaan dan rumah kasih sayang. Bukan tujuanmu menciptakan iri. Ada yang begitu geram ketika hamba - hamba Allah perempuan keluar dari setiap gang dan kampus dengan jilbab mereka yang anggun dan IP mereka yang cemerlang. Sedangkan, 20 tahun yang lalu harus keluar dari sekolah negeri yang dibangun dengan uang pajak mereka sendiri. Ya, kebangkitan memang bukan hanya sisi ini, namun banyak kebaikan tersimpulkan pada aspek ini. Intinya; perubahan. Dan hari ini puncak gunung es itu telah memperlihatkan dinamika besar kebangkitan, shahwah yang penuh berkah.
Tauhid adalah sistem konstruksi terpadu yang meletakkan segalanya tepat pada tempat, peran dan kepatutannya. Intelektual adalah sistem pengapian yang tak pernah padam. Kader - kader yang selalu ikhlas berkorban adalah roda yang siap menjelajah medan - medan berat. Keulamaan adalah sistem kendalimu yang tahu kapan harus berbelok, menanjak, menurun dan menerobos hutan belantara, padang tandus serta bebatuan. Yang tak bergaeransi ialah kondisi jalan, bahkan sekalipun dengan rute yang jelas dan lurus, kendaraan yang teruji, kru yang jujur, pakar dan sabar.
Dari semua setting ini, tentukanlah dimana posisimu: penonton yang mencari hiburan, penunggu yang tak punya empati, atau pengharap kegagalan karena ada yang tak sejalan dengan persepsi mereka. Atau penuntun dan pengikut dengan pengenalan sistem navigasi yang akurat dan keyakinan yang mantap, bahwa laut tetap bergelombang dan di seberang ada pantai harapan.

(Dikutip dari berbagai tausyiah Ust. Rohmat Abdullah)