Hindari Mengeluh..!!! Manusia dan Medsos Bukan Tempat Mengeluh, Lalu Kepada Siapa Kita Mengeluh...???

Kita semua pasti pernah mempunyai masalah dalam kehidupan. Ada kalanya kita merasakan bahagia dan senang, ada kalanya kita merasakan sedih dan pilu. Hal ini adalah sunnatullah.

Hikmah Sholat

Shalat sebagai Rukun Islam ke dua sarat dengan makna dan hikmah yang terkait dengan aktivitas keseharian dalam kehidupan. Diantara hikmah shalat yaitu:

BERKAH MAULID NABI MUHAMMAD SAW

Kita memperingati kelahiran Nabi, kita akan mendapatkan empat perkara.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

"SELAMAT DATANG DI BLOG PUSTAKA ASLIKAN, SEMOGA BERMANFAAT"

Download Buku Tematik Kurikulum 2013 SD

Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada peserta didik.Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan.

Buku Pelajaran Kurikulum 2013 berbentuk Buku Sekolah Elektronik (BSE) untuk siswa dan guru Sekolah Dasar (SD) kelas 1, 2, 4 dan 5. Penerbit Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2014. Pelajaran Kurikulum 2013 untuk jenjang SD menggunakan tematik integratif, buku pelajaran tidak lagi dipisahkan berdasarkan mata pelajaran melainkan dipisah berdasar tema. Buku kurikulum 2013 SD terdiri dari 2 jenis, yaitu buku siswa dan buku pegangan guru, semua buku dengan format file PDF untuk di-download.

Berikut adalah buku pelajaran tematik sesuai Kurikulum 2013 untuk SD, teman - temat dapat mendownload secara gratis Buku Tematik Kurikulum 2013 di Blog Pustaka Aslikan.

Download Silabus dan RPP Tematik Berkarakter SD Kelas 3

Alhamdulillah, setelah beberapa bulan blog Pustaka Aslikan tidak pernah diupdate akhirnya kali ini kami bisa berbagi dengan teman-teman semua. Melalui posting kali ini kami share link Download Silabus dan RPP Tematik Berkarakter SD Kelas 3.

File Silabus dan RPP Tematik Berkarakter SD Kelas 3 ini berisikan :

(1) SK dan KD (SKKD) Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.
(2) Pemetaan SK dan KD (SKKD) Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.
(3) Jaringan Tematik
(4) Silabus Tematik Kelas 3 SD Semester 1 dan 2
(5) RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Tematik Kelas 3 SD Semester 1 dan 2
(6) Program Semester (PROMES)
(7) Program Tahunan (PROTA)
(8) KKM Kriteria Ketuntasan Minimal.

File Silabus dan RPP Tematik Berkarakter SD Kelas 3  ini tersedia dalam format file Microsoft Office Word, jadi teman - teman bisa dengan mudah untuk mengeditnya.


Bagi teman - teman yang ingin mendownload silahkan klik link dibawah :



***Semoga Bermanfaat*** 

Jangan lupa tinggalkan komentar untuk saran dan kritik yang bersifat membangun, 
Terima kasih...........

Jangan Terbujuk Dengan Pujian Semu

Oleh: KH. Ubaidillah Faqih

Sebagai seorang muslim –yang taat- kalimat hamdalah akan selalu terucap manakala ia mendapatkan suatu nikmat. Hamdalah –ucapan al-hamdu lillah yang berarti “segala puji hanya untuk Allah”– merupakan ungkapan rasa syukur atau rasa terima kasih seorang manusia atas karunia dan nikmat Allah SWT.

Pengucapan hamdalah merupakan manifestasi rasa syukur secara lisan, disertai ketulusan hati dan kesadaran bahwa semua nikmat yang diterima hakikatnya dari Allah SWT.

Segala puji yang dimaksud adalah,

pertama; Qadim ala al-Qadim (pujian Allah terhadap dzat-Nya sendiri) seperti kalimat dalam surat Al-Baqarah : 30, yang artinya“Sesungguhnya Aku lebih tau apa yang tidak kalian ketahui”.

Kedua, Qadim ala al-hadits (pujian Allah terhadap makhluk-Nya) sebagaimana Allah Ta’ala memuji hambaNya dalam QS. Al-Qalam : 4, “Sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar di atas budi pekerti yang luhur.”

Ketiga, Hadits ala al-Qadim (pujian makhluk kepada Allah). Sebagai umat Islam tentunya harus senantiasa melakukan pujian ini entah itu dalam ritual shalat, wirid atau dalam keadaan bagaimanapun. Semisal ucapan kita “Ya Allah.. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Menerima taubat dan Maha Penyayang.”

Keempat, Hadits ala al-hadits (pujian makhluk kepada sesama makhluk). Faktor yang mendorong seorang manusia memuji orang lain adalah karena mereka melihat kebaikan dan keistimewaan yang ada pada diri orang yang dipuji, namun adanya pujian tidaklah menunjukkan bahwa seseorang yang dipuji memang benar-benar berhak atas pujian itu.

Semua orang hampir pernah mendapat pujian. Dalam posisi ini, manusia sering terkecoh, bahwa sebenarnya pujian tersebut juga milik Allah. Seperti dikatakan pada kita “Kamu memang anak cerdas.” Sepintas, dengan logika sederhana, pujian tersebut adalah teruntuk kita. Tapi tidakkah kita sadari, siapakah yang menciptakan diri kita? Siapa pula yang meletakkan kecerdasan pada diri kita? Inilah yang disebut dengan pujian semu, karena pada dasarnya pujian tersebut mutlak milik Allah Sang Maha Pencipta.

Perlu diketahui pula bahwa sebenarnya pujian-pujian atau sanjungan yang teralamatkan kepada kita adalah sebagai pembuktian bahwa Allah SWT telah menyembunyikan aib kita dari mata manusia lain. Lalu sebagai gantinya, Allah menampakkan secuil kebaikan yang dititipkan dalam diri kita. Maka, hal yang harus dilakukan adalah koreksi diri dan selalu mengingat aib dan dosa-dosa yang telah ditutupi Allah. Akhirnya diri akan merasa malu apabila menerima pujian-pujian semu yang sebenarnya tidak menjadi hak kita. Allahummastur ‘auraatinaa…

Disarikan dari pengajian Mandzumah Hidayah al-Adzkiya’ ila Thariq al-Auliya’ karya Syaikh Zainuddin al-Malibary.

http://majalahlangitan.com/jangan-tebujuk-dengan-pujian-semu/

Ilmu Yang Disampaikan dan Yang Dirahasiakan

Khazanah ilmu yang disimpan oleh seseorang, dan apa apa yang diomongkannya ; menjadikan orang terbagi dalam 3 kategori;

Pertama, yang diomongkan lebih banyak dari apa yang diketahuinya. Tahu sedikit, tapi bisa bicara banyak tentang hal tersebut. Mungkin dengan cara diolah, diberi tambahan sana sini, sehingga mengesankan kepada orang lain seakan dirinya menguasai dan tahu banyak tentang suatu hal. Padahal mungkin tidak demikian. Ia cuma tahu sebagian kecil. Ini masuk dalam kategori "Si Pendusta".

Kedua, yang diomongkan yaa yang diketahuinya. Semua yang dimongkan sama dengan kadar ilmu yang dikuasainya. Ibarat, yang diketahui 10, yaa yang diomong juga 10. Tidak ada lebih atau kurang. Ini kategori "Si Bodoh".

Ketiga, yang diungkapkan jauh lebih sedikit dibanding dengan ilmu yang disimpannya. Orang begini tahu dan bisa memilah mana yang bermanfaat dan mana yang sia-sia, dan ia memilih hanya bicara yang bermanfaat saja. Orang begini tahu kapan saat tepat suatu ilmu itu diungkapkan, kepada siapa yang pas, serta bagaimana cara hingga jadi baiknya semua.Dirinya menyimpan rapat-rapat akan ilmu yang menurutnya memang harus disimpan. Dan yang disimpannya itu jauh lebih banyak. Jauh lebih banyak ketimbang yang diomong. Simpanan atau rahasia itu datangnya bisa dari Gurunya, para Wali, atau langsung dari Allah SWT. Inilah kategori "Si Alim" atau Ulama. Itulah sebabnya, jika seorang Ulama dipanggil menghadap ke Haribaan Ilahi Robbi, maka saat itu pula berkuranglah ilmu di dunia ini. Yang berkurang bukanlah yang Beliau
tulis di kitab-kitabnya.Bukan pula yang sudah didawuhkannya. Yang berkurang ialah segenap ilmu yang disimpan dalam rahasia bathinnya. Maha suci Allah - Dzat yang memberikan keistimewaan-keistimewaan kepada para hamba yang dicintai-Nya.

(Dikutip dan dituangkan secara bebas dari Dawuh Romo YAI ASRORI AL ISHAQI RA)

Robbi Fanfa'naa BiHhii Wa Bi BarkatiHhiiWa Bi 'UluumiHhii Fid-Daaroiin. Aamiiin.Al-Faatihah .... !!

sumber; status fb imam subakti pada 5 maret 2014.

5 Dampak Buruk dari Kenyang

Dari Yahya bin Mu'adz Ar-Raazi, semoga Allah memberi rahmat kepadanya:

ﻣﻦ ﻛﺜﺮﺷﺒﻌﻪ ﻛﺜﺮﻟﺤﻤﻪ , ﻭﻣﻦ ﻛﺜﺮﻟﺤﻤﻪ ﻛﺜﺮﺷﻬﻮﺗﻪ ﻭﻣﻦ ﻛﺜﺮﺕ ﺷﻬﻮﺗﻪ ﻛﺜﺮﺕ ﺫﻧﻮﺑﻪ , ﻭﻣﻦ ﻛﺜﺮﺕ ﺫﻧﻮﺑﻪ ﻗﺴﺎ ﻗﻠﺒﻪ ﻭﻣﻦ ﻗﺴﺎ ﻗﻠﺒﻪ ﻏﺮﻕ ﻓﻰ ﺍﻓﺎﺕ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ وزينتها

"Barang siapa yang banyak kenyangnya, maka banyak dagingnya; barang siapa yang banyak dagingnya, maka besar syahwatnya; barang siapa yang besar syahwatnya, maka banyak dosanya; barang siapa yang banyak dosanya, maka keras hatinya; dan barang siapa yang keras hatinya, maka dia tenggelam dalam bahaya-bahaya dunia dan hiasannya."

Barang siapa yang banyak kenyangnya, maka banyak dagingnya. Berbeda dengan orang yang banyak makan sebab ketajaman dzikir. Hal ini tidak akan membahayakan karena sebagian dari para wali, thoriqotnya adalah banyak makan, karena cepat tercernanya makanan dengan panasnya bekas dzikir. Sesungguhnya bekas dzikir itu laksana api, berbeda dengan bekas sholawat kepada Nabi, yaitu sejuk.

Siapa saja yang banyak dagingnya, maka besar syahwatnya. Sedang perkara yang dapat memadamkan syahwat adalah lapar. Orang yang banyak syahwatnya, maka banyak dosanya, karena syahwat dapat menghalanginya dari Allah SWT. Orang yang banyak dosanya, pasti keras hatinya, sehingga tidak dapat menerima nasihat-nasihat. Barang siapa yang keras hatinya, maka dia tenggelam ke dalam bahaya dunia dan hiasannya.


sumber; kitab Nashoihul 'Ibad

Siapakah Orang Mulia dan Orang yang Bijaksana?

Bismillahirrahmaanirrahiim....

Segala puji bagi Allah, Tuhan yang telah menihtahkan ilmu sebagai sifat tertinggi diantara sifat-sifat yang sempurna. Aku bersaksi, sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya, yang mengkhususkan hamba-hamba yang dikehendaki-Nya dengan berbagai kelebihan hikmah. Aku bersaksi, sesungguhnya Muhammad itu hamba dan Rosul-Nya yang diistimewakan dengan segala kesempurnaan sebagai hamba. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada junjungan kita, Muhammad SAW., keluarga, dan para sahabatnya serta orang-orang yang berbuat pada lintasan jalannya sehingga merekapun memperoleh kebaikan yang sempurna.

Orang mulia belum tentu orang yang kaya raya, orang yang tinggi pangkatnya, dan bukan pula orang yang kesana kemari selalu ada pengawalnya.

Orang bijaksana belum tentu orang yang ahli ceramah menghadiri pengajian kesana kemari, orang yang selalu duduk di mimbar masjid memberi khutbah setiap hari jum'at, dan bukan pula orang yang duduk di meja hijau yang menghakimi seseorang dan yang memutuskan hukuman. Tapi siapakah orang mulia dan orang yang bijaksana itu?

Dari Yahya bin Mu'adz r.a. ;

ﻣﺎﻋﺼﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻛﺮﻳﻤ, ﻭﻠﺎﺍﺛﺮﺍﻟﺪﻧﻴﺎﻋﻠﻰ الاخرةحكيم

"Orang mulia tidak berani berbuat maksiat pada Allah dan orang yang bijaksana tidak akan mementingkan dunia atas akhirat."

Orang yang mulia adalah orang yang baik perbuataanya, yang memuliakan dirinya dengan cara mempertebal ketaqwaan dan kewaspadaan dalam menghadapi maksiat.

Sedangkan orang bijaksana adalah orang yang tidak mendahulukan, mengutamakan dunia dan yang menahan nafsunya dari perbuatan yang menyeleweng dari petunjuk akalnya yang sehat.

Dari uraian singkat diatas, semoga dapat dijadikan pengingat bagi kita semua, agar kita tidak selalu membangga-banggakan kedudukan kita, dan agar kita tidak pernah merasa sempurna karena kesempurnaan hanyalah milik Allah semata. Aamiin....